Setiap Klik Anda Amat Dihargai


MuTiaRa KaTa

Jom

Nabi Nuh A.S

Posted by Asmijan Asmarah Labels:

NABI NUH AS
Nabi Nuh adalah nabi keempat
sesudah Adam, Syith dan Idris
dan keturunan kesembilan dari
Nabi Adam. Ayahnya adalah
Lamik bin Metusyalih bin Idris.
Dakwah Nabi Nuh Kepada
Kaumnya
Nabi Nuh menerima wahyu
kenabian dari Allah dalam masa
"fatrah" masa kekosongan di
antara dua rasul di mana
biasanya manusia secara
berangsur-angsur melupakan
ajaran agama yang dibawa oleh
nabi yang meninggalkan mereka
dan kembali bersyirik
meninggalkan amal kebajikan,
melakukan kemungkaran dan
kemaksiatan di bawah pimpinan
Iblis.
Demikianlah maka kaum Nabi
Nuh tidak luput dari proses
tersebut, sehingga ketika Nabi
Nuh datang di tengah-tengah
mereka, mereka sedang
menyembah berhala ialah
patung-patung yang dibuat oleh
tangan-tangan mereka sendiri
disembahnya sebagai tuhan-
tuhan yang dapat membawa
kebaikan dan manfaat serta
menolak segala kesengsaraan
dan kemalangan.berhala-berhala
yang dipertuhankan dan
menurut kepercayaan mereka
mempunyai kekuatan dan
kekuasaan ghaib ke atas
manusia itu diberinya nama-
nama yang silih berganti
menurut kehendak dan selera
kebodohan mereka.Kadang-
kadang mereka namakan berhala
mereka " Wadd " dan " Suwa "
kadangkala " Yaguts " dan bila
sudah bosan digantinya dengan
nama " Yatuq " dan " Nasr ".
Nabi Nuh berdakwah kepada
kaumnya yang sudah jauh
tersesat oleh iblis itu, mengajak
mereka meninggalkan syirik dan
penyembahan berhala dan
kembali kepada tauhid
menyembah Allah Tuhan sekalian
alam melakukan ajaran-ajaran
agama yang diwahyukan
kepadanya serta meninggalkan
kemungkaran dan kemaksiatan
yang diajarkan oleh Syaitan dan
Iblis.
Nabi Nuh menarik perhatian
kaumnya agar melihat alam
semesta yang diciptakan oleh
Allah berupa langit dengan
matahari, bulan dan bintang-
bintang yang menghiasinya,
bumi dengan kekayaan yang ada
di atas dan di bawahnya, berupa
tumbuh-tumbuhan dan air yang
mengalir yang memberi
kenikmatan hidup kepada
manusia, pengantian malam
menjadi siang dan sebaliknya
yang kesemua itu menjadi bukti
dan tanda nyata akan adanya
keesaan Tuhan yang harus
disembah dan bukan berhala-
berhala yang mereka buat
dengan tangan mereka sendiri.Di
samping itu Nabi Nuh juga
memberitakan kepada mereka
bahwa akan ada gajaran yang
akan diterima oleh manusia atas
segala amalannya di dunia iaitu
syurga bagi amalan kebajikan
dan neraka bagi segala
pelanggaran terhadap perintah
agama yang berupa
kemungkaran dan kemaksiatan.
Nabi Nuh yang dikurniakan Allah
dengan sifat-sifat yang patut
dimiliki oleh seorang nabi, fasih
dan tegas dalam kata-katanya,
bijaksana dan sabar dalam
tindak-tanduknya melaksanakan
tugas risalahnya kepada
kaumnya dengan penuh
kesabaran dan kebijaksanaan
dengan cara yang lemah lembut
mengetuk hati nurani mereka
dan kadang kala dengan kata-
kata yang tajam dan nada yang
kasar bila menghadapi
pembesar-pembesar kaumnya
yang keras kepala yang enggan
menerima hujjah dan dalil-dalil
yang dikemukakan kepada
mereka yang tidak dapat mereka
membantahnya atau
mematahkannya.
Akan tetapi walaupun Nabi Nuh
telah berusaha sekuat tanaganya
berdakwah kepda kaumnya
dengan segala kebijaksanaan,
kecekapan dan kesabaran dan
dalam setiap kesempatan, siang
mahupun malam dengan cara
berbisik-bisik atau cara terang
dan terbuka terbyata hanya
sedikit sekali dari kaumnya yang
dpt menerima dakwahnya dan
mengikuti ajakannya, yang
menurut sementara riwayat tidak
melebihi bilangan seratus orang
Mereka pun terdiri dari orang-
orang yang miskin
berkedudukan sosial lemah.
Sedangkan orang yang kaya-
raya, berkedudukan tingi dan
terpandang dalam masyarakat,
yang merupakan pembesar-
pembesar dan penguasa-
penguasa tetap membangkang,
tidak mempercayai Nabi Nuh
mengingkari dakwahnya dan
sesekali tidak merelakan melepas
agamanya dan kepercayaan
mereka terhadap berhala-berhala
mereka, bahkan mereka
berusaha dengan mengadakan
persekongkolan hendak
melumpuhkan dan mengagalkan
usaha dakwah Nabi nuh.
Berkata mereka kepada Nabi
Nuh:"Bukankah engkau hanya
seorang daripada kami dan tidak
berbeda drp kami sebagai
manusia biasa. Jikalau betul Allah
akan mengutuskan seorang rasul
yang membawa perintah-Nya,
nescaya Ia akan mengutuskan
seorang malaikat yang patut
kami dengarkan kata-katanya
dan kami ikuti ajakannya dan
bukan manusia biasa seperti
engkau hanya dpt diikuti orang-
orang rendah kedudukan
sosialnya seperti para buruh
petani orang-orang yang tidak
berpenghasilan yang bagi kami
mereka seperti sampah
masyarakat.Pengikut-
pengikutmu itu adalah orang-
orang yang tidak mempunyai
daya fikiran dan ketajaman otak,
mereka mengikutimu secara
buta tuli tanpa memikirkan dan
menimbangkan masak-masak
benar atau tidaknya dakwah dan
ajakanmu itu. Cuba agama yang
engkau bawa dan ajaran -ajaran
yang engkau sadurkan kepada
kami itu betul-betul benar,
nescaya kamilah dulu
mengikutimu dan bukannya
orang-orang yang mengemis
pengikut-pengikutmu itu. kami
sebagai pemuka-pemuka
masyarakat yang pandai berfikir,
memiliki kecerdasan otak dan
pandangan yang luas dan yang
dipandang masyarakat sebagai
pemimpin-pemimpinnya, tidaklah
mudak kami menerima ajakanmu
dan dakwahmu.Engkau tidak
mempunyai kelebihan di atas
kami tentang soaL-soal
kemasyarakatan dan pergaulan
hidup.kami jauh lebih pandai dan
lebih mengetahui drpmu tentang
hal itu semua.nya.Anggapan kami
terhadapmu, tidak lain dan tidak
bukan, bahawa engkau adalh
pendusta belaka."
Nuh berkata, menjawab ejekan
dan olok-olokan
kaumnya:"Adakah engkau
mengira bahwa aku dpt
memaksa kamu mengikuti
ajaranku atau mengira bahwa
aku mempunyai kekuasaan
untuk menjadikan kamu orang-
orang yang beriman jika kamu
tetap menolak ajakan ku dan
tetap membuta-tuli terhadap
bukti-bukti kebenaran dakwahku
dan tetap mempertahakan
pendirianmu yang tersesat yang
diilhamkan oleh kesombongan
dan kecongkakan karena
kedudukan dan harta-benda
yang kamu miliki.Aku hanya
seorang manusia yang mendpt
amanat dan diberi tugas oleh
Allah untuk menyampaikan
risalah-Nya kepada kamu. Jika
kamu tetap berkeras kepala dan
tidak mahu kembali ke jalan yang
benar dan menerima agama
Allah yang diutuskan-Nya kepada
ku maka terserahlah kepada
Allah untuk menentukan
hukuman-Nya dan gajaran-Nya
keatas diri kamu. Aku hanya
pesuruh dan rasul-Nya yang
diperintahkan untuk
menyampaikan amanat-Nya
kepada hamba-hamba-Nya.
Dialah yang berkuasa memberi
hidayah kepadamu dan
mengampuni dosamu atau
menurunkan azab dan seksaan-
Nya di atas kamu sekalian jika Ia
kehendaki.Dialah pula yang
berkuasa menurunkan seksa
danazab-nya di dunia atau
menangguhkannya sampai hari
kemudian. Dialah Tuhan pencipta
alam semesta ini, Maha
Kuasa ,Maha Mengetahui, maha
pengasih dan Maha Penyayang.".
Kaum Nuh mengemukakan
syarat dengan berkata:"Wahai
Nuh! Jika engkau menghendaki
kami mengikutimu dan memberi
sokongan dan semangat kepada
kamu dan kepada agama yang
engkau bawa, maka jauhkanlah
para pengikutmu yang terdiri
dari orang-orang petani, buruh
dan hamaba-hamba sahaya itu.
Usirlah mereka dari
pengaulanmu karena kami tidak
dpt bergaul dengan mereka
duduk berdampingan dengan
mereka mengikut cara hidup
mereka dan bergabung dengan
mereka dalam suatu agama dan
kepercayaan. Dan bagaimana
kami dpt menerima satu agama
yang menyamaratakan para
bangsawan dengan orang
awam, penguasa dan pembesar
dengan buruh-buruhnya dan
orang kaya yang berkedudukan
dengan orang yang miskin dan
papa."
Nabi Nuh menolak pensyaratan
kaumnya dan berkata:"Risalah
dan agama yang aku bawa
adalah untuk semua orang tiada
pengecualian, yang pandai
mahupun yang bodoh, yang kaya
mahupun miskin, majikan
ataupun buruh ,diantara
peguasa dan rakyat biasa
semuanya mempunyai
kedudukan dan tempat yang
sama trehadap agama dan
hukum Allah. Andai kata aku
memenuhi pensyaratan kamu
dan meluluskan keinginanmu
menyingkirkan para pengikutku
yang setia itu, maka siapakah
yang dpt ku harapkan akan
meneruskan dakwahku kepada
orang ramai dan bagaimana aku
sampai hati menjauhkan drpku
orang-orang yang telah beriman
dan menerima dakwahku
dengan penuh keyakinan dan
keikhlasan di kala kamu
menolaknya serta
mengingkarinya, orang-orang
yang telah membantuku dalam
tugasku di kala kamu
menghalangi usahaku dan
merintangi dakwahku. Dan
bagaimanakah aku dpt
mempertanggungjawabkan
tindakan pengusiranku kepada
mereka terhadap Allah bila
mereka mengadu bahawa aku
telah membalas kesetiaan dan
ketaatan mereka dengan
sebaliknya semata-mata untuk
memenuhi permintaanmu dan
tunduk kepada pensyaratanmu
yang tidak wajar dan tidak dpt
diterima oleh akal dan fikiran
yang sihat. Sesungguhnay kamu
adalah orang-orang yang bodoh
dan tidak berfikiran sihat.
Pada akhirnya, karena merasa
tidak berdaya lagi mengingkari
kebenaran kata-kata Nabi Nuh
dan merasa kehabisan alasan
dan hujjah untuk melanjutkan
dialog dengan beliau, maka
berkatalah mereka:
"Wahai Nabi Nuh! Kita telah
banyak bermujadalah dan
berdebat dan cukup berdialog
serta mendengar dakwahmu
yang sudah menjemukan itu.
Kami tetap tidak akan
mengikutimu dan tidak akan
sesekali melepaskan kepercayaan
dan adat-istiadat kami sehingga
tidak ada gunanya lagi engkau
mengulang-ulangi dakwah dan
ajakanmu dan bertegang lidah
dengan kami. datangkanlah apa
yang engkau benar-benar orang
yang menepati janji dan kata-
katanya. Kami ingin melihat
kebenaran kata-katamu dan
ancamanmu dalam kenyataan.
Karena kami masih tetap belum
mempercayaimu dan tetap
meragukan dakwahmu."
Nabi Nuh Berputus Asa Dari
Kaumnya
Nabi Nuh berada di tengah-
tengah kaumnya selama
sembilan ratus lima puluh tahun
berdakwah menyampaikan
risalah Tuhan, mengajak mereka
meninmggalkan penyembahan
berhala dan kembali menyembah
dan beribadah kepada Allah Yang
maha Kuasa memimpin mereka
keluar dari jalan yang sesat dan
gelap ke jalan yang benar dan
terang, mengajar mereka
hukum-hukum syariat dan
agama yang diwahyukan oleh
Allah kepadanya, mangangkat
darjat manusia yang tertindas
dan lemah ke tingak yang sesuai
dengan fitrah dan qudratnya dan
berusaha menghilangkan sifat-
sifat sombong dan bongkak
yang melekat pd para pembesar
kaumnya dan medidik agar
mereka berkasih sayang, tolong-
menolong diantara sesama
manusia. Akan tetapi dalam
waktu yang cukup lama itu, Nabi
Nuh tidak berhasil menyedarkan
an menarik kaumnya untuk
mengikuti dan menerima
dakwahnya beriman, bertauhid
dan beribadat kepada Allah
kecuali sekelompok kecil
kaumnya yang tidak mencapai
seramai seratus orang, walaupun
ia telah melakukan tugasnya
dengan segala daya-usahanya
dan sekuat tenaganya dengan
penuh kesabaran dan kesulitan
menghadapi penghinaan, ejekan
dan cercaan makian kaumnya,
karena ia mengharapkan akan
dtg masanya di mana kaumnya
akan sedar diri dan dtg
mengakui kebenarannya dan
kebenaran dakwahnya. Harapan
Nabi Nuh akan kesedaran
kaumnya ternyata makin hari
makin berkurangan dan bahawa
sinar iman dan takwa tidak akan
menebus ke dalam hati mereka
yang telah tertutup rapat oleh
ajaran dan bisikan Iblis. Hal mana
Nabi Nuh berupa berfirman Allah
yang bermaksud:
"Sesungguhnya tidak akan
seorang drp kaumnya
mengikutimu dan beriman
kecuali mereka yang telah
mengikutimu dan beriman lebih
dahulu, maka jgnlah engkau
bersedih hati karena apa yang
mereka perbuatkan."
Dengan penegasan firman Allah
itu, lenyaplah sisa harapan Nabi
Nuh dari kaumnya dan habislah
kesabarannya. Ia memohon
kepada Allah agar menurunkan
Azab-Nya di atas kaumnya yang
berkepala batu seraya
berseru:"Ya Allah! Jgnlah Engkau
biarkan seorang pun drp orang-
orang kafir itu hidup dan tinggal
di atas bumi ini. Mareka akan
berusaha menyesatkan hamba-
hamba-Mu, jika Engkau biarkan
mereka tinggal dan mereka tidak
akan melahirkan dan
menurunkan selain anak-anak
yang berbuat maksiat dan anak-
anak yang kafir spt.mereka."
Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh
Allah dan permohonannya
diluluskan dan tidak perlu lagi
menghiraukan dan
mempersoalkan kaumnya,
karena mereka itu akan
menerima hukuman Allah
dengan mati tenggelam.
Nabi Nuh Membuat Kapal
Setelah menerima perintah Allah
untuk membuat sebuah kapal,
segeralah Nabi Nuh
mengumpulkan para
pengikutnya dan mulai mereka
mengumpulkan bhn yang
diperlukan untuk maksud
tersebut, kemudian dengan
mengambil tempat di luar dan
agak jauh dari kota dan
keramaiannya mereka dengan
rajin dan tekun bekerja siang
dan malam menyelesaikan
pembinaan kapal yang
diperintahkan itu.
Walaupun Nabi Nuh telah
menjauhi kota dan
masyarakatnya, agar dpt bekerja
dengan tenang tanpa gangguan
bagi menyelesaikan pembinaan
kapalnya namun ia tidak luput
dari ejekan dan cemuhan
kaumnya yang kebetulan atau
sengaja melalui tempat kerja
membina kapal itu. Mereka
mengejek dan mengolok-olk
dengan mengatakan:"Wahai
Nuh! Sejak bila engkau telah
menjadi tukang kayu dan
pembuat kapal?Bukankah
engkau seorang nabi dan rasul
menurut pengakuanmu, kenapa
sekarang menjadi seorang
tukang kayu dan pembuat
kapal.Dan kapal yang engkau
buat itu di tempat yang jauh dari
air ini adalah maksudmu untuk
ditarik oleh kerbau ataukah
mengharapkan angin yang
ankan menarik kapalmu ke
laut?"Dan lain-lain kata ejekan
yang diterima oleh Nabi Nuh
dengan sikap dingin dan
tersenyum seraya
menjawab:"Baiklah tunggu saja
saatnya nanti, jika kamu sekrg
mengejek dan mengolok-olok
kami maka akan tibalah masanya
kelak bg kami untuk mengejek
kamu dan akan kamu ketahui
kelak untuk apa kapal yang kami
siapkan ini.Tunggulah saatnya
azab dan hukuman Allah
menimpa atas diri kamu."
Setelah selesai pekerjaan
pembuatan kapal yang
merupakan alat pengangkutan
laut pertama di dunia, Nabi Nuh
menerima wahyu dari
Allah:"Siap-siaplah engkau
dengan kapalmu, bila tiba
perintah-Ku dan terlihat tanda-
tanda drp-Ku maka segeralah
angkut bersamamu di dalam
kapalmu dan kerabatmu dan
bawalah dua pasang dari setiap
jenis makhluk yang ada di atas
bumi dan belayarlah dengan izin-
Ku."
Kemudian tercurahlah dari langit
dan memancur dari bumi air
yang deras dan dahsyat yang
dalam sekelip mata telah menjadi
banjir besar melanda seluruh
kota dan desa menggenangi
daratan yang rendah mahupun
yang tinggi sampai mencapai
puncak bukit-bukit sehingga
tiada tempat berlindung dari air
bah yang dahsyat itu kecuali
kapal Nabi Nuh yang telah terisi
penuh dengan para orang
mukmin dan pasangan makhluk
yang diselamatkan oleh Nabi Nuh
atas perintah Allah.
Dengan iringan"Bismillah
majraha wa mursaha"belayarlah
kapal Nabi Nuh dengan lajunya
menyusuri lautan air, menentang
angin yang kadang kala lemah
lembut dan kadang kala ganas
dan ribut. Di kanan kiri kapal
terlihatlah orang-orang kafir
bergelut melawan gelombang air
yang menggunung berusaha
menyelamat diri dari cengkaman
maut yang sudah sedia
menerkam mereka di dalam
lipatan gelombang-gelombang
itu.
Tatkala Nabi Nuh berada di atas
geladak kapal memperhatikan
cuaca dan melihat-lihat orang-
orang kafir dari kaumnya sedang
bergelimpangan di atas
permukaan air, tiba-tiba
terlihatlah olehnya tubuh putera
sulungnya yang bernama
"Kan'aan" timbul tenggelam
dipermainkan oleh gelombang
yang tidak menaruh belas
kasihan kepada orang-orang
yang sedang menerima
hukuman Allah itu. Pada saat itu,
tanpa disadari, timbullah rasa
cinta dan kasih sayang seorang
ayah terhadap putera
kandungnya yang berada dalam
keadaan cemas menghadapi
maut ditelan gelombang.
Nabi Nuh secara spontan,
terdorong oleh suara hati
kecilnya berteriak dengan sekuat
suaranya memanggil
puteranya:Wahai anakku!
Datanglah kemari dan
gabungkan dirimu bersama
keluargamu. Bertaubatlah
engkau dan berimanlah kepada
Allah agar engkau selamat dan
terhindar dari bahaya maut yang
engkau menjalani hukuman
Allah." Kan'aan, putera Nabi Nuh,
yang tersesat dan telah terkena
racun rayuan syaitan dan
hasutan kaumnya yang sombong
dan keras kepala itu menolak
dengan keras ajakan dan
panggilan ayahnya yang
menyayanginya dengan kata-
kata yang
menentang:"Biarkanlah aku dan
pergilah, jauhilah aku, aku tidak
sudi berlindung di atas geladak
kapalmu aku akan dapat
menyelamatkan diriku sendiri
dengan berlindung di atas bukit
yang tidak akan dijangkau oleh
air bah ini."
Nuh menjawab:"Percayalah
bahawa tempat satu-satunya
yang dapat menyelamatkan
engkau ialah bergabung dengan
kami di atas kapal ini. Masa tidak
akan ada yang dapat melepaskan
diri dari hukuman Allah yang
telah ditimpakan ini kecuali
orang-orang yang memperolehi
rahmat dan keampunan-Nya."
Setelah Nabi Nuh mengucapkan
kata-katanya tenggelamlah
Kan'aan disambar gelombang
yang ganas dan lenyaplah ia dari
pandangan mata ayahnya,
tergelincirlah ke bawah lautan air
mengikut kawan-kawannya dan
pembesar-pembesar kaumnya
yang durhaka itu.
Nabi Nuh bersedih hati dan
berdukacita atas kematian
puteranya dalam keadaan kafir
tidak beriman dan belum
mengenal Allah. Beliau berkeluh-
kesah dan berseru kepada
Allah:"Ya Tuhanku,
sesungguhnya puteraku itu
adalah darah dagingku dan
adalah bahagian dari keluargaku
dan sesungguhnya janji-Mu
adalha janji benar dan Engkaulah
Maha Hakim yang Maha
Berkuasa."Kepadanya Allah
berfirman:"Wahai Nuh!
Sesungguhnya dia puteramu itu
tidaklah termasuk keluargamu,
karena ia telah menyimpang dari
ajaranmu, melanggar
perintahmu menolak dakwahmu
dan mengikuti jejak orang-orang
yang kafir drp kaummu.Coretlah
namanya dari daftar
keluargamu.Hanya mereka yang
telah menerima dakwahmu
mengikuti jalanmu dan beriman
kepada-Ku dpt engkau masukkan
dan golongkan ke dalam barisan
keluargamu yang telah Aku
janjikan perlindungannya
danterjamin keselamatan
jiwanya.Adapun orang-orang
yang mengingkari risalah mu,
mendustakan dakwahmu dan
telah mengikuti hawa nafsunya
dan tuntutan Iblis, pastilah
mereka akan binasa menjalani
hukuman yang telah Aku
tentukan walau mereka berada
dipuncak gunung. Maka
janganlah engkau sesekali
menanyakan tentang sesuatu
yang engkau belum ketahui. Aku
ingatkan janganlah engkau
sampai tergolong ke dalam
golongan orang-orang yang
bodoh."
Nabi Nuh sedar segera setelah
menerima teguran dari Allah
bahwa cinta kasih sayangnya
kepada anaknya telah
menjadikan ia lupa akan janji
dan ancaman Allah terhadap
orang-orang kafir termasuk
puteranya sendiri. Ia sedar
bahawa ia tersesat pd saat ia
memanggil puteranya untuk
menyelamatkannya dari bencana
banjir yang didorong oleh
perasaan naluri darah yang
menghubungkannya dengan
puteranya padahal sepatutnya
cinta dan taat kepada Allah harus
mendahului cinta kepada
keluarga dan harta-benda. Ia
sangat sesalkan kelalaian dan
kealpaannya itu dan menghadap
kepada Allah memohon ampun
dan maghfirahnya dengan
berseru:"Ya Tuhanku aku
berlindung kepada-Mu dari
godaan syaitan yang terlaknat,
ampunilah kelalaian dan
kealpaanku sehingga aku
menanyakan sesuatu yang aku
tidak mengetahuinya. Ya
Tuhanku bila Engkau tidak
memberi ampun dan maghfirah
serta menurunkan rahmat
bagiku, nescaya aku menjadi
orang yang rugi."
Setelah air bah itu mencapai
puncak keganasannya dan habis
binasalah kaum Nuh yang kafir
dan zalim sesuai dengan
kehendak dan hukum Allah,
surutlah lautan air diserap bumi
kemudian bertambatlah kapal
Nuh di atas bukit " Judie "
dengan iringan perintah Allah
kepada Nabi Nuh:"Turunlah
wahai Nuh ke darat engkau dan
para mukmin yang menyertaimu
dengan selamat dilimpahi
barakah dan inayah dari sisi-Ku
bagimu dan bagi umat yang
menyertaimu."
Kisah Nabi Nuh Dalam Al-Quran
Al-Quran menceritakan kisah
Nabi Nuh dalam 43 ayat dari 28
surah di antaranya surah Nuh
dari ayat 1 sehinga 28, juga
dalam surah "Hud" ayat 27
sehingga 48 yang mengisahkan
dialog Nabi Nuh dengan
kaumnya dan perintah
pembuatan kapal serta keadaan
banjir yang menimpa di atas
mereka.
Pelajaran Dari Kisah Nabi Nuh A.S.
Bahwasanya hubungan antara
manusia yang terjalin karena
ikatan persamaan kepercayaan
atau penamaan aqidah dan
pendirian adalah lebih erat dan
lebih berkesan drp hubungan
yang terjalin karena ikatan darah
atau kelahiran. Kan'aan yang
walaupun ia adalah anak
kandung Nabi Nuh, oleh Allah
s.w.t. dikeluarkan dari bilangan
keluarga ayahnya karena ia
menganut kepercayaan dan
agama berlainan dengan apa
yang dianut dan didakwahkan
oleh ayahnya sendiri, bahkan ia
berada di pihak yang memusuhi
dan menentangnya.
Maka dalam pengertian inilah
dapat difahami firman Allah
dalam Al-Quran yang
bermaksud:"Sesungguhnya para
mukmin itu adalah bersaudara."
Demikian pula hadis Rasulullah
s.a.w.yang bermaksud:"Tidaklah
sempurna iman seseorang
kecuali jika ia menyintai
saudaranya yang beriman
sebagaimana ia menyintai
dirinya sendiri."Juga peribahasa
yang berbunyi:"Adakalanya
engkau memperolehi seorang
saudara yang tidak dilahirkan
oleh ibumu."

Nabi Idris A.S

Posted by Asmijan Asmarah Labels:

NABI IDRIS AS
Tidak banyak keterangan yang
didapat tentang kisah Nabi Idris
di dalam Al-Quran maupun dalam
kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab
sejarah nabi-nabi. Di dalam Al-
Quran hanya terdapat dua ayat
tentang Nabi Idris yaitu dalam
surah Maryam ayat 56 dan 57:
"Dan ceritakanlah ( hai
Muhammad kepada mereka ,
kisah ) Idris yang terdapat di
dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia
adalah seorang yang sangat
membenarkan dan seorang nabi.
57 - Dan Kami telah
mengangkatnya ke martabat
yang tinggi." { Maryam : 56 - 57 }
Nabi Idris adalah keturunan
keenam dari Nabi Adam putera
dari Yarid bin Mihla'iel bin Qinan
bin Anusy bin Syith bin Adam A.S.
dan adalah keturunan pertama
yang dikurniai kenabian menjadi
Nabi setelah Adam dan Syith.
Nabi Idris menurut sementara
riwayat bermukim di Mesir di
mana ia berdakwah untuk
agama Allah mengajarkan tauhid
dan beribadat menyembah Allah
serta membeeri beberapa
pendoman hidup bagi pengikut-
pengikutnya agar menyelamat
diri darii seksaan di akhirat dan
kehancuran serta kebinasaan di
dunia. Ia hidup sampai usia 82
tahun.
Diantara beberapa nasihat dan
kata-kata mutiaranya ialah :
1 . Kesabaran yang disertai iman
kepada Allah membawa
kemenangan.
2 . Orang yang bahagia ialah
orang yang berwaspada dan
mengharapkan syafaat dari
Tuhannya dengan amal-amal
solehnya.
3 . Bila kamu memohon sesuatu
kepada Allah dan berdoa maka
ikhlaskanlah niatmu demikian
pula puasa dan solatmu.
4 . Janganlah bersumpah dalam
keadaan kamu berdusta dan
janganlah menuntup sumpah
dari orang yang berdusta agar
kamu tidak menyekutui mereka
dalam dosa.
5 . Taatlah kepada raja-rajamu
dan tunduklah kepada
pembesar-pembesarmu serta
penuhilah selalu mulut-mulutmu
dengan ucapan syukur dan puji
kepada Allah.
6 . Janganlah iri hati kepada
orang-orang yang baik nasibnya,
karena mereka tidak akan
banyak dan lama menikmati
kebaikan nasibnya.
7 . Barang siapa melampaui
kesederhanaan tidak sesuatu
pun akan memuaskannya.
8 . Tanpa membagi-bagikan
nikmat yang diperolehnya
seorang tidak dapat bersyukur
kepada Allah atas nikmat-nikmat
yang diperolehnya itu.
Dalam hubungan dengan firman
Allah bahawa Nabi Idris diangkat
kemartabat tinggi Ibnu Abi Hatim
dalam tafsirnya meriwayatkan
bahawa Nabi Idris wafat tatkala
berada di langit keempat dibawa
oleh seorang Malaikat Wallahu
a'alam

Nabi Adam

Posted by Asmijan Asmarah Labels:

NABI ADAM AS
Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna

.
Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."


Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25


Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.

Khasiat Air Zamzam

Posted by Asmijan Asmarah Labels:

Khasiat Air Zamzam
Sudah kebiasaan nama air zamzam bukanlah suatu nama yang asing lagi bagi umat islam, masing – masing sudah mengetahui dan pernah melihatnya apalagi mencuba. Hari ini penulis ingin berkongsi tentang khasiat air zamzam itu sendiri. Diet seseorang tidak akan sempurna tanpa air. Kita memerlukan lebih kurang lapan gelas air setiap hari (setiap gelas = 240 cc), tidak termasuk minuman yang mengandungi kandungan lain seperti soda dan kafeina. Formula yang digunakan secara umum bagi mengira keperluan air dalam badan manusia adalah 1oz (30 cc) air yang diperlukan bagi setiap 1 kg berat badan. Keperluan ini akan meningkat apabila cuaca panas atau selesai melakukan aktiviti senaman.
Sumber air pada hari ini dicemari dengan hebatnya. Oleh itu rawatan yang diberikan kepada air kadang kala mendatangkan kesan sampingan dan kemudaratan kepada manusia. Justeru, Allah melahirkan satu contoh air bersih yang tidak dicemari dan tidak perlu dirawat. Air itu ialah air zamzam.
Satu kajian telah dilakukan oleh empat orang pakar dari Suruhanjaya Kuasa Atom Bangladesh (Bangladesh Atomic Energy Commission) iaitu M.A. Khan, A. K. M. sheriff, K. M Idris dan M. Alamgir. Mereka mengkaji kandungan air zamzam dan dibandingkan dengan air paip dan air yang dikeluarkan mengunakan alat pengepam berkuasa solar. Pakar-pakar mendapati bahawa air zamzam wujud secara asli dalam bentuk alkali. Justeru, keadaan ini dapat mengawal kesan sampingan yang disebabkan oleh lebihan asid dalam perut sekaligus dapat mencegah penyakit gastric. Selain daripada itu, kadar iodin magnesium, natrium dan kalium didapati tinggi dalam air zamzam .Hal ini menunjukkan secara jelas bahawa air zamzam sangat baik untuk kesihatan kerana mineral- mineral tadi amat diperlukan dalam badan agar organ-organ badan dapar berfunsi dengan secara optimum dan teratur.

KENALI NABI MUHAMMAD SAW SECARA LAHIRIAH

Posted by Asmijan Asmarah Labels:


KENALI NABI MUHAMMAD SAW SECARA LAHIRIAH
----------------------------------------

Nabi Muhammad saw meskipun sama kejadiannya dengan kita, namun bentuk lahiriah dan rohaniahnya
tidak sama.

Begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya
bersua muka dengan Baginda lantas melafazkan keIslaman dan mengaku akan kebenaran apa yang
disampaikan oleh Baginda.

Diantara kata-kata appresiasi para sahabat ialah:

· Aku belum pernah melihat lelaki yang sekacak Rasulullah. Aku melihat cahaya memancar dari
lidahnya. Seandainya kamu melihat Rasulullah, kamu akan merasa seolah-olah sedang melihat
matahari terbit.
· Aku pernah melihat Rasulullah saw di bawah sinaran bulan. Aku bandingkan wajahnya dengan
bulan, akhirnya aku sedari bahawa Rasulullah saw jauh lebih cantik daripada sinaran bulan
· Rasulullah saw seumpama matahari yang bersinar. Aku belum pernah melihat lelaki setampan
Rasulullah saw.
· Apabila Rasulullah saw berasa gembira, wajahnya bercahaya seperti bulan purnama dan dari
situ kami mengetahui yang baginda sedang gembira.
· Kali pertama memandangnya, sudah tentu kamu akan terpesona
· Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat
· Wajahnya seperti bulan purnama
· Dahi Baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya. Urat darah kelihatan
di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.
· Mata Baginda hitam dengan bulu mata yang panjang
· Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian
sudut.
· Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali
melihatnya.
· Mulut baginda sederhana luas dan cantik
· Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
· Apabila berkata-kata cahaya kelihatan memancar dari giginya
· Janggutnya penuh dan tebal menawan
· Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca. Warna lehernya putih
seperti perak sangat indah.
· Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya
· Rambutnya sedikit ikal
· Rambutnya tebal kadang-kadang menyentuh pangkal telinga dan kadang-kadang mencecah bahu
tapi disisir rapi
· Rambutnya terbelah di tengah
· Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur dari dada ke pusat
· Dadanya bidang dan selaras dengan perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih daripada
biasa
· Seimbang antara kedua bahunya
· Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya , jarinya juga besar dan tersusun
dengan cantik
· Aku tidak pernah menyentuh sebarang sutera yang tipis mahupun tebal yang lebih lembut
daripada tapak tangan Rasulullah saw.
· Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik. kakinya berisi, di tapak kakinya terlalu
licin sehingga tidak melekat air. Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.
· Warna kulitnya tidak putih seperti kapur atau coklat tapi campuran antara coklat dan
putih. Warna putihnya lebih banyak.
· Warna kulit Baginda putih kemerah-merahan
· Warna kulitnya putih tapi sehat
· Kulitnya putih lagi bercahaya
· Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kukuh
· Badannya tidak gemuk
· Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran sederhana lagi kacak
· Perutnya tidak buncit
· Badannya cenderung kepada tinggi. Semasa berada di kalangan orang ramai, baginda
kelihatan lebih tinggi daripada mereka
· Sekalipun baginda miskin dan lapar tapi tubuhnya lebih gagah dan sihat daripada orang
yang cukup makan.Aku tidak pernah melihat seorang lelaki yang lebih gagah dan berani daripada Rasulullah saw.

Begitu hebat personaliti dan ketokohan Baginda saw., makhluk terpuji dan teragung di muka bumi.
Kesimpulannya Nabi Muhammad saw. adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh sepanjang
zaman.

MORAL & IKTIBAR

· Nabi Muhammad saw. adalah manusia terbaik pilihan Allah.
· Sifatnya yang terpuji merangkumi aspek fizikal dan rohani.
· Atas sifatnya yang superior inilah baginda dilantik menjadi pemimpin seluruh manusia di dunia ini.
· Baginda adalah manusia mithali yang serba lengkap dan serba kamil dan layaklah baginda tidak disentuh sebarang dosa lagi bersifat dengan maksum.
· Kepimpinan Baginda sepatutnya menjadi contoh teladan kepada semua manusia di muka bumi ini. Barangsiapa mentaati Allah tanpa mengakui kerasulan Nabi saw, nescaya Allah tidak menerima keimanannya.

Wallahuallam.

TEKNIK MENGHAFAL AL-QURAN

Posted by Asmijan Asmarah Labels:


TEKNIK MENGHAFAL AL-QURAN

Hati yang gelap ; dimaksudkan kepada hati yang lalai dari mengingati Allah sehingga keperingkat tidak merasai apa-apa kesalahan dalam melakukan dosa / maksiat / kealpaan bahkan merasa bangga bila melakukan kesalahan.

Dosa atau maksiat tersebut bukan sahaja yang bersifat luaran seperti berzina , mencuri , merompak tapi juga dosa batin seperti ujub, riak , takabbur , tamak , dengki , dendam , irihati, sangka buruk dan seumpamanya. Hati yang gelap juga dikaitkan dengan nafsu ammarah iaitu nafsu yang sentiasa mendorong pada kejahatan zahir / batin.

Hati yang gelap juga merupakan bala (dari sudut batin) dari Allah akibat kealpaan hambaNya,di mana Allah cabutkan rasa bersalah / insaf dari hatinya mungkin kerana kesombongannya sebagaimana iblis dilaknat akibat kesombongannya mematuhi perintah Allah agar sujud pada Nabi Adam.

Bagi mengelakkan hati dari ditimpa kegelapan maka perlulah sentiasa muhasabah diri kita, tilik hati kita apakah kita benar-benar redha , syukur , sabar , qanaah dengan kurniaan / takdir Allah dan apakah kita benar-benar telah menjalankan tanggungjawab sebagai seorang hamba kepadaNya.

Sesungguhnya Allah amat dekat dengan kita malah lebih dekat dari urat leher kita sendiri bahkan Allah sentiasa ternanti-nanti akan permintaan, rintihan serta luahan hati dari hambaNya. Ujian yang sengaja diberikanNya baik dalam soal peribadi atau sebagainya sebenarnya suatu gamitan atau pelukan kasih sayangNya agar kita menyedari bahawa sebenarnya kita mempunyai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Berhati-hati, mereka yang tidak terasa diuji berkemungkinan tidak dihirau lagi oleh Allah.

Kaunseling psikologi Islam mendorong seseorang itu mengenali serta memahami sifat, perbuatan dan aturan Allah s.w.t dalam mentadbir dan menjaga diri hambaNya serta memahami peranan, tugasan dan adab kita sebagai seorang hamba.

Allah yang mendatangkan ujian dan Allah jua yang mampu menghilangkannya. Soalnya apakah kita benar-benar bergantung harap padaNya?

Orang yang memahami hakikat masalah tidak akan meminta agar dihilangkan masalah tersebut kerana dengan masalah itulah dia berpeluang untuk merasai / menjiwai kasih sayang Tuhan melalui kesabaran. Tiada masalah seumpama kita sudah hilang anak-anak tangga untuk menuju kepada keredhaan Tuhan.

Rawatlah hati / jiwa dengan latihan kesabaran serta memesrakan hati dengan Tuhan melalui zikir, selawat, istighfar dan ibadah lainnya.

Untuk memudahkan hafalan, seseorang itu mestilah menjaga maksiat anggota zahir seperti mata, kaki, tangan, lidah dsb. Istiqomah dalam melaksanakan ibadah fardhu dan sunat. Antara doa / amalan yang diberitahu oleh Imam Waki' kepada muridnya ; Imam Syafie iaitu banyakkan beristighfar, membaca ayatul Kursi dan berselawat kepada Rasulullah, ahli keluarga dan para sahabatnya. Dalam menyeru orang lain supaya kembali kepada kebaikan mestilah dilakukan dengan hikmah, sabar, gunakan bahasa nasihat yang baik dan kita juga mestilah memulakan dengan diri kita sendiri dalam melakukan perkara-perkara yang baik. Inilah resipi kejayaan Rasulullah s.a.w. dalam menyampaikan dakwah Islamiah.

Untuk menenangkan hati, maka hendaklah kita sentiasa berzikir kepada Allah s.w.t dan membaca Al-Qur'an (dengan menghayati isi kandungannya dengan baik).


SEBELUM MENGHAFAL

• Mempunyai azam dan minat untuk menghafal
• Memilih waktu yang sesuai untuk menghafal
• Memilih tempat yang sesuai untuk menghafal
• Berada dalam keadaan tenang
• Kosongkan fikiran sebelum menghafal
• Pilih sebuah jenis mashaf dan jangan ubah dengan jenis mashaf lain
• Beristighfar, membaca selawat dan doa sebelum mula menghafal
• Sebelum menghafal, bacalah ayat 164 surah Al-Baqarah yang bermaksud ; “Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi dan (pada) pertukaran malam dan siang dan (pada) kapal-kapal yang belayar di laut dengan membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia; demikian juga (pada) air hujan yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta Dia biakkan padanya dari berbagai-bagai jenis binatang ; demikian juga (pada) peredaran angin dan awan yang tunduk (kepada kuasa Allah) terapung-apung di antara langit dengan bumi ; sesungguhnya (pada semuanya itu) ada tanda-tanda (yang membuktikan keEsaan Allah, kekuasaanNya, kebijaksanaanNya dan keluasan rahmatNya) bagi kaum yang (mahu) menggunakan akal fikiran.”


TEKNIK HAFALAN I

A. Teknik "Chunking"

• Memisah-misahkan sepotong ayat yang panjang kepada beberapa bahagian yang sesuai mengikut arahan guru.
• Memisah-misahkan selembar muka surat kepada beberapa bahagian (2 atau 3 bahagian) yang sesuai.
• Memisah-misahkan surah kepada beberapa bahagian, contohnya mengikut pertukaran cerita.
• Memisah-misahkan juz kepada beberapa bahagian mengikut surah, hizib, rubu', cerita dan sebagainya.
• Memisah-misahkan Al-Qur'an kepada kelompok surah, setiap 10 juz dan sebagainya.

B. Teknik Mengulang

• Membaca sepotong atau sebahagian ayat sekurang-kurangnya lima kali sebelum mula menghafalnya.
• Membaca ayat yang telah dihafal berulang-ulang kali (10 atau lebih) sebelum berpindah ke ayat seterusnya.
• Selepas menghafal setiap setengah muka surat, harus diulang beberapa kali sebelum diteruskan bahagian yang kedua.
• Selepas menghafal satu muka surat diulang beberapa kali sebelum diteruskan ke muka surat seterusnya.
• Sebelum menghafal bahagian Al-Qur'an seterusnya, harus diulang bahagian yang sebelumnya.

C. Teknik Tumpu dan Ingat

• Menumpukan penglihatan pada ayat, muka surat dan lebaran.
• Pejamkan mata dan cuba melihatnya dengan minda.
• Sekiranya masih lagi kabur, buka mata dan tumpukan kembali kepada mashaf.
• Ulanglah sehingga dapat melihat ayat atau muka surat tersebut dengan mata tertutup.

D. Teknik Menghafal Dengan Seorang Teman

• Pilih seorang teman yang sama minat.
• Orang yang pertama membaca dengan disemak oleh orang yang kedua.
• Orang yang kedua membaca dengan disemak oleh orang yang pertama.
• Saling menebuk ayat antara satu sama lain.

E. Teknik Mendengar Kaset

• Pilih seorang qari' yang baik bagi seluruh Al-Qur'an atau beberapa qari' bagi surah-surah tertentu.
• Sebelum mula menghafal, dengar bacaan ayat-ayat yang ingin dihafal beberapa kali.
• Amati cara, lagu dan tempat berhenti bacaan qari' tersebut sehingga terpahat di fikiran.
• Mula menghafal ayat-ayat tersebut dengan cara dan gaya qari' tersebut.
• Sentiasa mendengar kaset bacaan Al-Qur'an dan kurangkan atau tinggalkan pendengaran lagu kerana ia akan mengganggu penghafalan.

F. Teknik Merakamkan Suara

• Rakamkan bacaan kita di dalam kaset dan dengar semula untuk memastikan bacaan dan hafalan yang betul.
• Bagi kanak-kanak, rakamkan bacaan ibubapa atau guru kemudian diikuti oleh bacaan kanak-kanak tersebut. Minta kanak-kanak tersebut mendengar kembali rakaman tersebut beberapa kali hingga menghafalnya.

G. Teknik Menulis

• Tulis kembali muka surat yang telah dihafal.
• Kemudian semak semula dengan mashaf.
• Menulis setiap ayat pertama awal muka surat, atau setiap rubu', atau setiap juz, atau setiap surah pada sehelai kertas.

H. Teknik "Pointers" dan "Keyword"

• Buat beberapa kotak.
• Setiap kotak merupakan satu muka surat.
• Catatkan dalam kotak beberapa perkataan yang menjadi kata kunci bagi muka surat berkenaan.
• Merenung dan membayangkan kotak tersebut dalam ingatan.

I. Teknik Menghafal Sebelum Tidur

• Membaca atau menghafal beberapa potong ayat sebelum tidur.
• Semasa melelapkan mata, dengar kaset bacaan ayat-ayat tersebut dan bayangkan posisinya di minda kita.
• Dengar kembali dari awal surah, juz atau hizib, atau mana-mana yang sesuai sehinggalah ayat yang telah dihafal. Cuba bayangkan ayat-ayat yang didengar dari kaset di minda kita.

J. Teknik "Mind maping"

• Bagi setiap Juz, buat 8 cabang, setiap cabang satu rubu'. Tulis ayat pertama rubu' tersebut dicabangnya.
• Bagi setiap surah, buat cabang bagi setiap pertukaran cerita atau rubu'.
• Bagi setiap 10 juz, buat cabang bagi setiap juz, dan cabang yang lebih kecil bagi rubu'.

MENGEKALKAN HAFALAN

• Jauhi maksiat mata, maksiat telinga dan maksiat hati.
• Banyak berdoa, terutama waktu mustajab doa seperti ketika berbuka puasa, ketika belayar, selepas azan dsb.
• Kerjakan solat hajat.
• Kerjakan solat Taqwiyatul hifz.
• Menetapkan kadar bacaan setiap hari, contohnya, selembar, setengah juz, 1 juz dan seterusnya.
• Membaca pada waktu pagi dan mengulangnya pada waktu malam.
• Jangan membaca ketika sedang bosan, marah atau mengantuk.
• Menulis setiap ayat yang mutashabih.


TEKNIK HAFALAN II

Tahniah diucapkan sekiranya anda mendapati sering lupa apa yang telah dibaca, itu tandanya anda manusia normal. Kajian menunjukkan 80% dari apa yang kita baca hari ini akan dilupakan hanya dalam masa 24 jam.

• Jangan jadikan alasan untuk tidak belajar / membuat ulangkaji awal. Tahukah anda, sebenarnya anda tidak lupa, cuma anda belum melakukan cukup usaha agar anda tidak lupa.
• Belajar awal ; dapat menyediakan nota bermutu dan cuba untuk difahami walaupun kebanyakan daripadanya belum mampu diingati.
• Belajar waktu musim peperiksaan ; cuba menghafal kebanyakan nota / tajuk yang telah tersedia dan telah difahami sebelumnya.
• Cuba untuk menghafal bahan yang tidak difahami adalah perbuatan yang sia-sia.
• Belajar awal ; banyak masa dan berpeluang untuk bertanya kepada guru dan rakan-rakan. Kekeliruan dapat diatasi sebelum terlambat. Pelajaran difahami.
• Setelah pasti ianya difahami, sediakan nota ringkas yang bermutu untuk anda gunakan setiap kali datangnya musim peperiksaan. Sediakan nota poket dan peta minda bagi kemudahan rujukan semula apa yang telah dipelajari (tanpa perlu merujuk buku asal).
• Hafal kata kunci. Ramai pelajar mempunyai tabiat menghafal yang buruk (cuba mengingati keseluruhan ayat yang mewakili fakta).

Contoh fakta : “Otak manusia terbahagi kepada dua hemisfera iaitu otak kanan dan otak kiri.”

Pertama ; fahami mesej yang mahu disampaikan. Kedua ; hafal fakta, tetapi bukan menghafal keseluruhan ayat. Hafal hanya perkataan 'dua hemisfera' (kata kunci). Dengannya, maksud di sebaliknya akan dapat diterangkan kepada orang lain. Sebab itulah setiap fakta perlu difahami sebelum dihafal !

• Fakta (banyak) dipecahkan kepada beberapa kumpulan kecil sebelum dihafal. Jangan hafal kesemuanya serentak. Tidak perlu terburu-buru.

Contoh pecahan fakta : Terdapat 15 fakta yang perlu diingat. Pecahkan kepada 3 kumpulan kecil yang akan bersamaan 5 fakta setiap kumpulan. Sekarang mana yang lebih mudah, satu kumpulan yang mengandungi 15 fakta atau tiga kumpulan yang mengandungi 5 fakta?

“MEMPELAJARI BAHAN AKEDAMIK MEMERLUKAN KESABARAN DAN KETEKUNAN YANG TINGGI !”

• Seringkali membuat imbasan. Jangan terlalu yakin, hanya dengan melakukan sekali pengulangkajian, sesuatu tajuk dapat dikuasai. Sekiranya tidak melakukan imbasan sesuatu tajuk dalam masa terdekat, janganlah pelik sekiranya terpaksa mengulang keseluruhan tajuk sekali lagi. Seseorang yang efektif, perlu mengimbas apa yang telah dibaca dari semasa ke semasa secara sistematik. Petua di bawah boleh digunakan dan terbukti berkesan :

Imbas 5 minit apa yang dibaca selepas 24 jam.
Imbas 5 minit lagi selepas 1 minggu.
Imbas 5 minit setiap 2 minggu.
Imbas 5 - 10 minit di musim peperiksaan.

• Gunakan teknik-teknik ingatan. Untuk memudahkan proses mengingati fakta, perlu ada kemahiran tertentu seperti teknik mnemonik, teknik menggambar cara, teknik ceraian dan pelbagai lagi.
• Elakkan tidur petang (selepas Asar) kerana akan melembabkan otak dan agama Islam sendiri tidak menggalakkannya. Jika benar-benar letih, tidur sebentar selepas solat zuhur (sebagaimana sunnah Rasulullah s.a.w.) agar badan lebih bertenaga untuk belajar di waktu malamnya nanti.
• Cari peluang bersoal-jawab secara aktif dengan orang lain, cth. perbincangan kumpulan. Dengannya, penguasaan diri terhadap sesuatu tajuk dapat diuji. Galakkan banyak pertanyaan dan hujah. Cara ini dapat membuatkan otak bekerja lebih keras.


TEKNIK-TEKNIK PEMBELAJARAN

• Suasana / tempat belajar
• Elakkan suasana yang bising, banyak gangguan, tidak selesa dan sebagainya
• Memilih masa yang sesuai
• Tidak semua waktu di dalam sehari boleh ditetapkan untuk menumpukan fikiran pada pelajaran.
• Sediakan jadual kerja harian walaupun mungkin ia tidak mampu diikuti sepenuhnya oleh pelajar, namun harus dicuba.
• Pembaziran masa dengan perkara yang tidak ada hubungan dengan memperkukuhkan mutu pembelajaran baik secara formal atau informal haruslah dielakkan.


MEMBACA

Persediaan sebelum membaca. Langkah-langkah yang berikut perlu diambil untuk memastikan pembacaan secara berkesan :

• Masa yang sesuai ; paling sesuai ketika kurangnya gangguan terhadap tumpuan. Badan tidak letih. Perut tidak terlalu kenyang mahupun terlalu lapar. Waktu subuh adalah merupakan waktu yang paling ideal untuk belajar.
• Suasana yang sesuai ; terang, kemas, bersih, nyaman, tenang dan tersusun.
• Pastikan kedudukan badan yang betul dengan buku dijarakkan lebih kurang satu kaki dari mata.
• Mulakan dengan bacaan ‘Bismillah’ dan doa agar diterangkan hati.


JENIS PEMBACAAN

Terdapat tiga jenis pembacaan bergantung kepada tujuan sesuatu sesi pembacaan itu dilakukan :

• Membaca untuk hiburan ; berhibur, tidak memerlukan daya tumpuan yang tinggi, bahan bacaannya seperti majalah, komik, novel, cerpen, akhbar dan sebagainya.
• Membaca untuk maklumat ; membaca seimbas dan pantas bagi mencari lokasi maklumat yang dicari, perlu merujuk kepada isi kandungan dan indeks untuk dapatkan maklumat lebih cepat, lambat atau cepat pembacaan bergantung kepada maklumat yang disaring.
• Membaca secara kritikal ; membaca untuk memahami konsep, istilah, logik dsb. sepertimana kaedah yang sewajarnya untuk menelaah mata pelajaran. Pendekatan ini (belajar nyata) lebih seronok / tidak membosankan. Minat mula terbit apabila mula memahami isi kandungan yang dibaca.


LANGKAH-LANGKAH MEMBACA SECARA KRITIKAL

• Melihat seimbas ; berikan perhatian kepada perkara-perkara seperti tajuk kecil dan dapatkan perkaitan (jika ada) di antara tajuk tersebut. Amati seimbas rajah, peta, jadual, carta, radas, gambar dsb. Lihat soalan yang ada termasuk soalan-soalan di bahagian belakang sesuatu bab / tajuk utama.
• Catatkan sebarang persoalan (jika ada) yang terlintas pada sehelai kertas.
• Baca pendahuluan dan kemudian baca bahagian kesimpulan / penutup.
• Baca secara terperinci, ayat demi ayat, perenggan demi perenggan. Terjemahkan setiap penjelasan dalam bentuk gambaran minda.
• Jangan pindah perenggan selagi tidak memahami apa yang sedang dibaca. Perlahankan rentak bacaan apabila tiba di bahagian yang sukar. Ulang membaca beberapa kali sekiranya perlu.
• Gariskan fakta-fakta penting. Buatkan ringkasan dalam nota peperiksaan.
• 'Highlight' setiap kata kunci.
• Gunakan kod warna misalnya warna kuning untuk nama orang, warna biru untuk tarikh dsb.
• Yakinkan diri agar mampu menguasai bahan yang dibaca.
• Setelah habis satu perenggan, tutup buku dan nota. Fikirkan atau gambarkan semula apa yang telah dibaca. Setelah habis satu tajuk kecil, ambilkan sehelai kertas dan lakarkan kembali apa yang dibaca dalam bentuk peta minda atau peta konsep.




TEMPAT / SUASANA PEMBELAJARAN

• Ikhlas pada diri ; tentukan sendiri suasana / tempat paling digemari untuk belajar. Cth. jika gemar suasana ramai orang, mungkin di perpustakaan. Sebaliknya, jika gemar menyendiri, pilihlah tempat yang agak terpencil. Jangan paksa diri untuk bersetuju dengan suasana belajar orang lain walaupun di perpustakaan atas sebab ramai rakan di sana. Perpustakaan hanyalah tempat mencari bahan, bukan bermaksud ia tempat yang sesuai untuk belajar.
• Suasana / persekitaran yang tersusun, kemas dan bersih ; mudah untuk belajar , dapat cetuskan minda yang positif dan tenang. Tumpuan maksimum boleh diperolehi terhadap bahan yang dipelajari. Susun atur perabut dan cahaya turut mempengaruhi mood belajar. Memadai dengan satu ruangan / sudut (terpencil) dan jauh dari gangguan sekiranya ketiadaan bilik khusus sebagai tempat belajar. Elakkan belajar di dapur atau di ruang tamu kerana ianya banyak gangguan dan menjadi laluan utama.
• Perlu ada satu kerusi, satu meja dan satu rak buku. Tidak semestinya baru dan cantik. Kedudukan kerusi, meja dan rak buku diubah setiap tiga bulan bertujuan menukar suasana tempat belajar di samping kekalkan rasa seronok untuk terus belajar. Pamerkan senarai tindakan (to do list), carta reputasi akademik, senarai projek dan jadual perancangan jangka pendek / jangka panjang, pada satu ruang dinding yang jelas dilihat.
• Ada pakar kemahiran belajar berpendapat muzik boleh mempengaruhi tumpuan belajar, berkait rapat dengan fungsi otak sebelah kanan. Jika gemar mendengar muzik ketika belajar, maka hentikan tabiat buruk ini. Jika ingin diteruskan juga, gantikannya dengan memainkan lagu latar (instrumental), dimainkan pada kadar bunyi sederhana tinggi, cth. instrumental klasik oleh Vivaldi, Bach, Bernstain dan selainnya. Muzik ini sangat sesuai kerana kebanyakannya menggunakan tempo 60 bit seminit iaitu sama seperti purata kadar degupan jantung ketika rehat. Dengan Muzik ; denyutan / tekanan darah menurun, gelombang otak perlahan, otot releks.
Tanpa Muzik ; denyutan / tekanan darah meningkat, gelombang otak pantas dan otot tegang.
• Gantung / pamer gambar kejayaan diri (jika ada) atau sijil pencapaian di ruangan bacaan, cth. sukan, peraduan dsb. Ia memberi motivasi untuk terus berjaya. Suatu masa dulu menjadi johan / pemenang, mengapa tidak dalam bidang pelajaran?
• Pamerkan juga kata jaya rangsangan yang positif sebagai penguat semangat.


PENINGKATAN TUMPUAN

Ramai gagal kerana gagal memberikan tumpuan. Berikut adalah petua yang boleh digunakan untuk meningkatkan tumpuan :

• Imbas semula nota yang telah diberikan oleh guru sebelum mula kelas. Bahagian yang tidak difahami / keliru perlu ditanyakan kepada guru sebelum kelas bermula. Jika tidak diselesaikan, ia mungkin akan mengganggu pemikiran dan pembelajaran seterusnya.
• Baca juga bahan yang bakal diajarkan oleh guru walaupun belum memahaminya secara keseluruhan. Setidak-tidaknya sudah tahu perkara yang akan diajar di samping meningkatkan tumpuan dan minat belajar.
• Sewaktu belajar di kelas, duduk di barisan hadapan dan tutup tingkap sekiranya duduk di tepi tingkap.
• Tumpukan pemerhatian kepada guru dan lihat apa yang ditulis di papan hitam.
• Tunjukkan minat dan keyakinan yang mendalam. Perbetulkan kedudukan dan ceriakan wajah. Apa yang diajar itu jauh lebih penting daripada siapa yang mengajar. Ketahuilah, hasil penumpuan penuh menyumbang 50% daripada keseluruhan markah peperiksaan kelak.
• Pasang telinga. Dengar dan fahami setiap patah perkataan yang disampaikan. Terjemahkan apa yang disampaikan oleh guru ke dalam bentuk gambaran minda.
• Catat setiap fakta penting atau fakta yang disangka penting, sama ada fakta yang ditulis atau yang diucapkan oleh guru.
• Catat juga setiap perkara yang kurang faham dalam bentuk persoalan. Gunakan tujuh perkataan berikut untuk membina soalan ; Apa? Siapa? Bila? Berapa? Di mana? Kenapa? Bagaimana?
• Gunakan buku khas untuk tujuan catatan, atau gunakan kaedah mengambil nota berkesan. Sekiranya berpeluang, segera angkat tangan dan bertanya ; sama ada untuk dapatkan lebih huraian atau bertanya untuk memastikan kefahaman anda betul atau bertanya kerana ada soalan yang lebih spesifik. Antara tanda jelas apabila tumpuan penuh telah diberikan ialah ‘ANDA TAHU APA YANG ANDA TIDAK TAHU.’
• Usah hiraukan serta bertindak balas atas usikan / gangguan rakan atau anasir luar sewaktu kelas berlangsung.

“KESIHATAN JIWA ADALAH PENTING UNTUK MENCAPAI KECEMERLANGAN DALAM PEMBELAJARAN di DI ANTARANYA MENGAMBILKIRA ASPEK MENGENALI DIRI, TIDAK MENIPU DIRI SENDIRI, MENGETAHUI JALAN PENYELESAIAN YANG BETUL, TUMPUAN KERJA DAN INGATAN, MENJAGA KESIHATAN ROHANI DAN JASMANI DSB.”


APAKAH YANG PERLU DIBUAT DAN DIKETAHUI OLEH SEORANG PELAJAR?

• Untuk tidak lupa, pastikan menyemak semula apa yang diajar sebaik sahaja guru keluar kelas.
• Bijak menguruskan masa ; seimbangkan aktiviti mengulangkaji dengan aktiviti lain. Kegagalan mengatur masa dengan berkesan antara faktor kegagalan dalam pelajaran. Pastikan waktu mengulangkaji lebih daripada 3 jam sehari, perlu ditambah kepada 5 – 7 jam sehari apabila menghampiri peperiksaan (tidak semestinya berterusan).
• Tahap konsentrasi belajar adalah berbeza di antara pelajar, jangan paksa diri. Jika tumpuan terganggu, berehat seketika (lebih kurang 5 minit) dan sambung semula belajar. Sebelum menyambungnya, imbas kembali apa yang telah ketahui sebelumnya.
• Pelbagaikan aktiviti belajar sewaktu sesi pembelajaran sedang berlangsung agar tidak jemu. Cth. selang selikan aktiviti membaca dengan membuat nota, menceritakan semula apa yang telah dipelajari, membuat peta minda atau peta konsep, menjawab soalan-soalan, melakar rajah dsb.
• Elakkan meletak matlamat membaca terlalu besar dan perlu tahu tahap kemampuan diri ke atas setiap ulangkaji yang perlu dihabiskan dalam tempoh masa yang ditetapkan. Misalnya, meletakkan matlamat untuk membaca 100 muka surat dalam masa 1 jam adalah tidak realistik. Sebaliknya, matlamat untuk menghabiskan dan memahami 20 muka surat lebih munasabah dan boleh dicapai.
• Sediakan jadual belajar / perancangan mingguan tentang bahan yang perlu diulangkaji. Dengannya dapat diketahui sebanyak mana bahan yang perlu dihabiskan setiap minggu sebelum menghadapi peperiksaan.
• Sediakan senarai tugas harian ("TO DO" lists) pada malam sebelumnya bagi persediaan esok hari. Tentukan tahap keutamaan / kepentingan setiap butiran tugas yang telah disenaraikan. Seperti yang dikatakan oleh Stephen Covey ; "PUT FIRST THINGS FIRST".
• Rekodkan kemajuan diri pada sehelai kertas untuk mengetahui kejayaan setiap perancangan. Pangkah setiap tugas yang telah diselesaikan dengan jayanya dalam senarai “to do” .
• Hargai diri sendiri setiap kali berjaya mencapai tiap perancangan yang tersenarai.
• Teknik membaca yang berkesan ; membaca sejam penuh tumpuan lebih baik dari membaca tiga jam dengan fikiran melayang.
• Fokus sekurang-kurangnya 50% daripada masa belajar terhadap proses “RECALL” (memanggil semula maklumat).
• Penuhi pecahan masa dengan imbasan Kad Kecil, cth. masa di antara kelas, ketika menunggu, selepas rehat sebelum masuk kelas dsb. Jika dihitung, pecahan masa kecil ini boleh mencapai 1 hingga 2 jam dalam sehari. Oleh itu manfaatkannya dengan mengimbas Kad Kecil.
• Tahukah anda? Sesuatu pembelajaran yang konsisten selama sejam sehari jika dikumpulkan hanya akan menjadi 15 hari sahaja dalam setahun. Ke mana perginya lagi 350 hari atau bersamaan 8,400 jam lagi?
• Minat ; naluri biasa manusia apabila berminat untuk mengetahui akan menjadikan sesuatu fakta atau apa saja mudah diingati. Fikirkan langkah sesuai untuk itu. Jangan jadikan alasan jangka panjang, disebabkan tidak berminat pada pelajaran atau guru tertentu, menjadi sebab kegagalan pelajaran berkenaan. Perbaiki usaha ke arah menimbulkan minat dari semasa ke semasa demi kebaikan diri sendiri. Langkah-langkah seperti berikut boleh membantu :
- Dapatkan rakan yang hebat dalam pelajaran tersebut.
- Kenali guru ; cuba fikirkan kebaikannya daripada memikirkan keburukannya.
- Tingkatkan latihan untuk menguasai mata pelajaran tersebut sedikit demi sedikit. Kelak akan dilihat bahawa anda punya potensi untuk pergi lebih jauh. Minat mula berputik.
- Cari jalan untuk mempraktikkan apa yang dipelajari. Cth. ; pelajaran bahasa memerlukan penggunakan bahasa tersebut secara rutin.
• Berhasrat untuk mengingati ; secara bersungguh-sungguh, berfikir secara positif dan katakan pada diri yang ianya boleh diingati. Pastikan amalan sikap mempelajari dan menguasainya sekarang, bukan esok, bukan akan datang. Langkah-langkah berikut turut membantu :
- Anggapkan bahawa guru akan memberikan kuiz di penghujung sesi dengan ganjaran RM10 untuk setiap soalan yang dijawab dengan betul.
- Rekodkan pada sehelai kertas setiap kali menyedari fikiran akan melayang. Serentak itu, cuba kembali berikan tumpuan. Lazimnya cara ini akan mendidik minda untuk berusaha memberikan tumpuan.
- Apabila membaca, cuba berkata-kata kembali dengan penulisnya (walaupun penulis sebenarnya tidak ada di hadapan).
- Ketika guru mengajar bentuk soalan sebanyak mungkin dan menyoal ketika berpeluang.


PENGETAHUAN ASAS – SUBJEK BARU

• Pemahaman tentang sesuatu subjek baru bergantung kepada : -
- pengetahuan sedia ada tentang subjek tersebut sebelumnya.
- juga berpengetahuan tentang subjek lain yang berkaitan dengannya.
- lagi mantap pengetahuan asas, lagi mudah menguasai subjek tersebut .
• Mulakan dari yang mudah kepada yang susah. Jangan abaikan perkara asas walaupun nampak mudah.
• Lakukan usaha memperkayakan sumber maklumat ; baca buku tambahan, melayari internet dsb.
• Pemilihan ; mampu menilai bahagian mana yang terpenting, seterusnya mendalaminya. Minda tidak mampu menguasai sepenuhnya subjek baru dalam masa singkat kerana ia juga mempunyai had ke atasnya. Oleh itu pilih perkara yang terpenting untuk dipelajari. Dari sini, pengetahuan akan dikembangkan dan jadilah perkara yang dipelajari ini sebagai pengetahuan asas anda.
• Pengecilan Saiz Maklumat ; belajar mengingati fakta dengan lebih baik dengan mengagihkan fakta tersebut kepada beberapa kumpulan yang lebih kecil (Teknik Ceraian).
• ‘Recitation’ ; menyebut fakta atau ide dengan suara yang boleh didengari oleh telinga anda mempercepatkan maklumat dipindah dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Teknik ini berhasil kerana beberapa sebab : -
- Tumpuan lebih akan diberi kerana secara sedar anda menyebutnya dengan ayat / suara sendiri. Hasrat untuk mengingatinya akan meningkat.
- Maklumbalas segera diperolehi dan dengannya berkemampuan mengeluarkan semula maklumat tersebut. Penguasaan ke atas sesuatu subjek membolehkan juga ia diterang dan diajarkan semula.
- Dengan mendengar setiap patah perkataan, bahagian otak yang lain akan digunakan untuk memproses maklumat.
• Gunakan Kad Kecil.
• Setiap kali habis membaca satu perenggan, berhenti sejenak, jelaskan semula kepada diri anda apa yang telah dipelajari dengan menyebutnya dalam perkataan anda sendiri.
• Dapatkan rakan yang boleh sama-sama menyoal dan menjawab.

“LECEH??? MEMANG MELECEHKAN. TETAPI IA JAUH LEBIH BAIK DARIPADA ANDA TERUS MEMBACA TETAPI HASILNYA TIDAK DIFAHAMI DAN SUKAR UNTUK DIINGATI.”


GAMBARAN MINDA

Ia adalah prinsip memori yang terpenting. Kaedahnya dengan menggambarkan setiap fakta yang mahu diingat. Menggambar cara menggunakan otak kanan, seiring dengan membaca yang menggunakan otak kiri. Begitu juga ketika guru mengajar, tukarkan setiap penyampaian guru ke dalam bentuk gambaran minda. Sebenarnya minda telahpun melakukan proses ini tanpa disedari tetapi untuk meningkatkan ingatan, perlukan usaha sendiri untuk menggambarkannya. Kita akan mempelajari 80% dari apa yang kita lihat daripada apa yang kita dengar. Walau bagaimana rumit sekalipun, cuba dapatkan ide untuk menggambarkan setiap apa yang dipelajari. Tanyakan soalan berikut pada diri :

• Bolehkah fakta ditukarkan kepada carta atau graf?
• Bolehkan anda melakar atau melukis?
• Bolehkan anda buatkan cerita dalam minda?
• Bolehkan dihasilkan peta minda?

Association ; Ingatan akan lebih kuat dan lebih lama sekiranya sesuatu yang mahu diingati itu unik, ganjil, atau boleh dikaitkan dengan sesuatu yang anda ketahui sebelum ini.

Consolidation ; Minda memerlukan masa untuk menyimpan maklumat baru. Apabila membuat nota dan mengimbas semula secara serta merta setelah tamatnya kelas, tindakan ini membolehkan maklumat tersimpan lebih lama. Memori jangka pendek hanya mampu menyimpan 5 hingga 7 maklumat sahaja dalam sesuatu masa. Sekiranya maklumat ini tidak dipindahkan ke memori jangka panjang, maka potensi untuk lupa adalah tinggi. Kebiasaannya, banyak maklumat datang ketika belajar. Oleh itu, perlu menggunakan kaedah di bawah bagi mengekalkan maklumat tersebut : -

• Membuat nota.
• Bertanya soalan dalam kelas.
• Mengimbas semula nota.
• Berhenti di setiap perenggan. Tulis soalan atau soal diri sendiri apa yang telah dipelajari.
• Membuat gambaran minda.
• Menyebut kembali apa yang dibaca menggunakan ayat sendiri.
• Membuat Kad Kecil.
• Menguji diri dengan kuiz atau soalan.


MENGAGIH LATIHAN

• Beberapa siri sesi belajar yang pendek adalah lebih baik dari satu sesi belajar yang panjang.
• Pendekatan di atas perlu digunakan untuk mata pelajaran yang sukar difahami / dikuasai kerana minat tentang subjek ini kurang / tiada langsung, sedangkan ianya penting untuk dipelajari.
• Mengagih masa latihan ; memberikan masa untuk maklumat dicerap / disimpan di samping membina pengetahuan asas tentang pelajaran tersebut.
• Tidak keterlaluan membaca sehingga menyebabkan kurang tidur.
• Belajar dengan hati yang tenang dan lapang. Pastikan semua kerja / masalah diselesaikan terlebih dahulu sebelum memulakan pembelajaran (study).
• Disiplin diri ; tidak membuang masa dengan kerja yang sia-sia, tepati masa belajar yang telah ditetapkan, pastikan ada masa secukupnya untuk merehatkan otak, elakkan memaksa diri untuk belajar terutama ketika letih, ketegangan fikiran (tension) atau mengantuk.
• Elakkan diri daripada membaca dan menghafal matematik. Sebaliknya cuba perbanyakkan latihan mengira dan memahami formula serta konsepnya.
• Berbincang dengan rakan yang lebih memahami dan elakkan daripada sifat malu bertanya.
• Elakkan daripada sifat menangguhkan sesuatu kerja persekolahan.
• Jauhkan sikap meniru kerja kawan tanpa memahami akan maksud dan konsepnya.
• Elakkan mengumpul nota daripada guru secara tidak tersusun sehingga sukar digunakan kemudiannya untuk bahan ulangkaji.

“SESUNGGUHNYA SESEORANG PELAJAR AKAN MENCAPAI TAHAP PENGUASAAN YANG MAKSIMUM JIKA DIA MAMPU MENGAPLIKASIKAN TEKNIK DAN KAEDAH BELAJAR YANG BETUL.”

“PELAJAR PERLU MEMAHAMI TIADA SATU FORMULA KHUSUS BAGI MERUMUSKAN SATU KAEDAH YANG TERBAIK UNTUK MENGHADAPI PELAJARAN MELAINKAN IA BANYAK BERGANTUNG KEPADA DIRI PELAJAR ITU SENDIRI.”


FAKTOR DORONGAN UNTUK KEJAYAAN PEMBELAJARAN

• Mengenal pasti 'motivasi dalaman' atau faktor pendorong di dalam diri masing-masing, misalnya kemiskinan, harapan tinggi kedua ibubapa dsb.
• Menginsafi akan kepentingan ilmu, tujuan ilmu dipelajari, untuk apa dan hendak ke mana ilmu yang dikumpulkan itu.
• Dorongan dari rasa tanggungjawab sebagai seorang pelajar.
• Menginsafi peranannya terhadap masyarakat pada masa hadapan.
• Membuktikan diri sendiri juga berkemampuan menyaingi mereka yang telah berjaya.


LANGKAH-LANGKAH PERSEDIAAN

• Kesempurnaan / kesediaan seseorang dari segi mental, fizikal dan rohani yang mampu menghadapi peringkat pembelajaran yang terbaik.
• Persediaan mental yang baik ialah persediaan tumpuan fikiran sepenuhnya terhadap pelajaran. Pemikiran yang bercampur-aduk dengan perkara lain akan mengakibatkan kebuntuan untuk memberi perhatian yang serius kepada pelajaran. Seseorang pelajar hendaklah membersihkan ingatannya terhadap perkara lain, sebaliknya hendaklah ia ditumpukan kepada pelajaran sahaja.
• Berkhayal kepada perkara lain ialah penyakit terbesar bagi seseorang pelajar. Oleh itu, pelajar hendaklah mengelakkan tabiat ini ketika di alam pembelajaran.

“PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MERUPAKAN SUMBER TERPENTING / TERBAIK UNTUK SESEORANG PELAJAR MENGHADAPI PELAJARANNYA, DAN SEGALA PENUMPUAN YANG MAKSIMUM HARUS DIBERI SERTA TIDAK SEPATUTNYA BERLAKU KECUAIAN, LEKA, NAKAL KETIKA DI SANA.”


MEMBACA, MEMAHAMI, MENGHAFAL

• Teknik pembacaan yang baik ; menyeluruh bagi pusingan yang pertama. Isi dan istilah yang penting digariskan. Sekiranya perlu isi yang digariskan itu dicatat sebagai nota pendek / ringkas.
• Ambil perhatian pada isi penting dan bacalah selalu. Sekiranya perlu setiap isi hendaklah dihafal sedaya mungkin terutama apabila hampirnya waktu peperiksaan (hafalan tanpa pemahaman yang kukuh adalah perbuatan sia-sia).
• Menyusun nota dengan teratur dan berkesan yang mengandungi semua maklumat penting, bersih dan mudah dibaca, terkumpul (di dalam fail / buku khas) serta ringkas dan padat.


KESUNGGUHAN BELAJAR

• Elakkan dari faktor yang boleh membosankan ketika membaca.
• Jangan sesekali membebankan diri dengan kerja sekolah yang terlampau banyak pada masa tertentu dan berehat panjang pula selepasnya.
• Kesungguhan belajar mestilah berterusan dari segi semangat belajar dan usaha, sejak awal hinggalah ke masa peperiksaan tanpa berputus asa.
• Tingkatkan semangat belajar dari semasa ke semasa terutama sekali apabila menghampiri tempoh peperiksaan, dengan kesungguhan dan keyakinan.
• Kesungguhan belajar boleh dibina melalui kerja berkumpulan. Carilah rakan belajar yang berpengetahuan dan kefahaman yang ada dikongsi bersama-sama.
• Yakin dengan kebolehan pada diri sendiri dan yakinlah dengan kuasa Allah s.w.t.


LUPA DAN INGAT

Pelajar sering lupa disebabkan :-

• Gangguan ; membaca bahan atau melakukan aktiviti lain selepas membaca buku pelajaran.
• Tumpuan ; tanpa perhatian penuh ketika membaca.
• Faktor Masa ; masa terlalu lama atau sering terputus dalam masa agak lama.


Pelajar boleh ingat disebabkan :-

• Minat ; minat mendalam terhadap perkara yang dipelajari.
• Pilihan ; bijak memilih isi penting untuk diingati bagi tujuan peperiksaan.
• Ulangan ; sentiasa mengulangkaji, boleh dibuat melalui perbincangan secara berkumpulan, penulisan semula atau pembacaan yang kerap.
• Assasiasi ; membuat perkaitan dengan sesuatu perkara lain untuk mengingati fakta.

Tubi Belajar ; proses pembelajaran terdapat peringkat seperti mendengar untuk pertama kali, memahami, menggunakannya dan mencipta yang baru. Jika anda membaca berulang kali, tentunya perkara tersebut akan dapat diingati di dalam satu jangkamasa yang lama.


PERSEDIAAN DALAM LANGKAH MENGHADAPI PEPERIKSAAN

Persediaan asas : -

• Semangat yang tinggi
• Pembacaan yang banyak
• Kefahaman yang jelas
• Ulangkaji berterusan
• Keyakinan diri

Untuk menghadapi peperiksaan, perkara yang tidak boleh dilupakan ialah persediaan di peringkat awal secara berterusan, sehinggalah tiba masa yang ditetapkan. Ianya lebih berkesan sekiranya kaedah pembelajaran yang betul diamalkan.

Namun, ramai juga pelajar yang tidak dapat (takut) menghadapi peperiksaan dengan baik sehingga ada juga gagal menghadapinya di saat-saat akhir.

Untuk itu, cuba tanyakan soalan berikut kepada diri sendiri : -

• Adakah saya telah menghabiskan setiap topik penting ?
• Adakah saya telah memahami apa yang diajar oleh guru atau dibaca sendiri ?
• Adakah saya menghadapi pelajaran dengan semangat yang tinggi ?
• Adakah saya berterusan belajar dan meneliti soalan-soalan lepas ?
• Adakah saya mempunyai keyakinan diri untuk menjawab soalan nanti ?


UJIAN BULANAN DAN PEPERIKSAAN PENGGAL

Ramai pelajar bersikap acuh tak acuh menghadapi ujian bulanan dan peperiksaan penggal dan menganggapnya tidak penting padahal ianya mempengaruhi keputusan peperiksaan sebenar. Mereka yang bersikap sebeginilah kelak mungkin gagal dan mendapat markah yang rendah.

Gagal di dalam ujian ; jadikan ia suatu pengajaran untuk lebih memahami dan bersungguh-sungguh mengulangkaji pelajaran. Kegagalannya mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kurang memahami apa yang diajar oleh guru, tidak mengambil perhatian yang serius terhadap pelajaran, tidak mengulangkaji pelajaran selepas waktu persekolahan dsb.


STRATEGI MENJAWAB SOALAN

Untuk mendapatkan markah yang tinggi dan mengelak dari berlakunya kecuaian, strategi menjawab soalan yang berkesan amat diperlukan.

Langkah-langkah berikut dapat membantu:

• Baca arahan terlebih dahulu.
• Kenal pasti dan garis kata kunci kepada soalan.
• Jawab soalan mengikut turutan berikut :
- Jawab soalan BONUS ; iaitu soalan yang anda pasti jawapannya betul. Ia mungkin soalan yang telah anda ramal, atau yang pernah anda latih sebelumnya.
- Jawab soalan yang senang ; iaitu soalan yang mampu anda jawab hanya dengan satu kali cubaan
- Jawab soalan yang susah ; iaitu soalan yang memerlukan masa yang panjang atau soalan yang anda memang tidak tahu jawapannya.
- Semak ; pastikan semua soalan dijawab. Untuk soalan objektif, pastikan tandanya betul.
- Ulang jawab ; sekiranya masih ada masa, ulang jawab soalan bonus dan senang. Ingat! soalan sebeginilah yang banyak dilakukan kecuaian. Oleh itu semak dengan tujuan mencari kesilapan tersebut. Bukannya menyemak dengan tujuan berpuashati dengan jawapan. Langkah terakhir, ulang jawab soalan susah. Itupun sekiranya masa masih mengizinkan.


KE ARAH MEMBENTUK KEYAKINAN

Keyakinan menghadapi peperiksaan hanya diperolehi oleh pelajar yang telah membuat persiapan yang rapi dengan erti kata sebenarnya, di antaranya ialah : -
• Habis mengulangkaji setiap topik yang disoal.
• Mengingati dengan baik nota penting.
• Mengetahui bentuk soalan yang bakal disoal.
• Bertawakal kepada Allah s.w.t.


BEBERAPA PERINGATAN KEPADA PELAJAR

Antara perkara yang boleh dilakukan ialah : -

• Sentiasa bermunajat kepada Allah ; lakukan solat hajat dan pohon agar Allah berikan ketenangan dan diterangkan hati kita dalam menghadapi peperiksaan. Minta pada Allah agar apa yang dipelajari dapat digunakan dalam peperiksaan.
• Minta restu kedua ibu bapa ; doa ibu bapa untuk anaknya sangat makbul. Mohon maaf atas segala silap dan salah. Minta restu dari keduanya agar mereka mendoakan kejayaan anda.
• Banyak berzikir dan membaca al-Quran ; berzikir akan memperolehi ketenangan. Hati juga lebih terang apabila sering membaca al-quran. Allah telah berfirman dalam surah ar-Ra'ad, ayat 36, yang bermaksud ; "Sesungguhnya dengan mengingati Allah akan menjadi tenang semua hati".
• Jauhi maksiat ; jauhi diri dari perbuatan maksiat dan dosa besar. Mereka yang bergelumang dengan maksiat mempunyai jiwa yang resah. Hidup juga tidak diberkati Allah.
• Banyakkan berdoa ; pastikan anda berdoa dengan niat yang betul dan mengikut adab berdoa.


MENCARI SEBAB (post-mortem)

Mengkaji kelemahan diri setiap kali selesai menjawab soalan. Semak setiap jawapan yang dibuat. Sekira jawapannya salah, lakukan 'post-mortem' (proses mencari sebab). Setiap kesilapan ada sebabnya dan ia merupakan masalah utama yang perlu diatasi. Antara sebab kesalahan boleh berlaku ialah : -

• Tidak tahu (tidak baca) ; Ini bermakna persediaan diri kurang. Maka berikan masa membaca tajuk berkaitan.
• Tidak faham ; Anda baca tetapi tidak faham. Tanyakan semula kepada guru atau rakan.
• Lupa ; Ini disebabkan anda kurang mengulangi apa yang telah dipelajari / difahami.
• Cuai ; Pastikan anda mengikuti langkah-langkah dalam Strategi Menjawab Soalan di atas.
• Keliru ; Tanyakan pada guru tentang bentuk soalan yang mengelirukan. Minta penjelasan daripada guru sebelum hari peperiksaan agar kesilapan yang sama tidak diulangi.

10 JENIS ORANG ISLAM YANG KEJAM

Posted by Asmijan Asmarah Labels:


10 JENIS ORANG ISLAM YANG KEJAM

Sufyan Atsauri berkata:"Sepuluh macam daripada kekejaman ialah:
1.Seorang yang berdoa untuk dirinya sendiri,dan tidak mendoakan untuk
anak-anaknya dan kaum mukmin.

2.Seorang yang pandai membaca Al-Quran, tetapi tiap harinya tidak
membaca seratus ayat.

3.Seorang yang masuk masjid lalu keluar dan tidak sembahyang dua
rakaat.

4.Seorang yang berjalan melalui kuburan kemudian tidak memberi salam
dan mendoakan ahli kubur.

5.Seorang yang sampai di suatu kota pada hari Jumaat kemudian tidak
sembahyang jemaah.

6.Seorang yang di daerahnya didatangi oleh seorang alim, tiba-tiba
tidak mahu belajar apa-apa daripadanya.

7.Dua orang yang bertemu di perjalanan dan masing-masing tidak
menanyakan nama kawannya itu.

8.Seorang diundang pada jamuan tiba-tiba tidak datang.

9.Pemuda yang tidak ada kerja dan tidak mahu belajar ilmu dan
kesopanan.

10.Seorang yang kenyang sedang dia tahu bahawa tetangganya lapar,
tetapi tidak diberi dari makanannya itu.

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda, "Sampaikanlah
pesanku biarpun satu ayat..."

"ISLAM IS THE WAY OF LIFE"