Setiap Klik Anda Amat Dihargai


MuTiaRa KaTa

Jom

NABI SHOLEH AS

Posted by Asmijan Asmarah Labels:

NABI SHOLEH AS

Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan bagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama " Alhijir " terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi Hud A.S.

Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh kaum Aad telah diwarisi oleh kaum Tsamud.Tanah-tanah yang subur yang memberikan hasil berlimpah ruah, binatang-binatang perahan dan lemak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yag indah-indah, bangunan rumah-rumah yang didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya dari gunung.Semuanya itu menjadikan mereka hidup tenteram ,sejahtera dan bahgia, merasa aman dari segala gangguan alamiah dan bahawa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka.

Kaum Tsamud tidak mengenal Tuhan. Tuhan Mereka adalah berhala-berhala yang mereka sembah dan puja, kepadanya mrk berqurban, tempat mrk minta perlindungan dari segala bala dan musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan.Mrk tidak dpt melihat atau memikirkan lebih jauh dan apa yang dpt mrk jangkau dengan pancaindera.


Nabi Saleh Berdakwah Kepada Kaum Tsamud

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan membiarkan hamba-hamba_Nya berada dalam kegelapan terus-menerus tanpa diutusnya nabi pesuruh disisi-Nya untuk memberi penerangan dan memimpin mrk keluar dari jalan yang sesat ke jalan yang benar. Demikian pula Allah tidak akan menurunkan azab dan seksaan kepada suatu umat sebelum mrk diperingatkan dan diberi petunjukkan oleh-Nya dengan perantara seorang yang dipilih untuk menjadi utusan dan rasul-Nya. Sunnatullah ini berlaku pula kepada kaum Tsamud, yang kepada mrk telah diutuskan Nabi Saleh seorang yang telah dipilih-Nya dari suku mrk sendiri, dari keluarga yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya, terkenal tangkas, cerdik pandai, rendah hati dan ramah-tamah dalam pergaulan.

Dikenalkan mrk oleh Nabi Saleh kepada Tuhan yang sepatut mrk sembah, Tuhan Allah Yang Maha Esa, yang telah mencipta mrk, menciptakan alam sekitar mrk, menciptakan tanah-tanah yang subur yang menghasilkan bhn-bhn keperluan hidup mrk, mencipta binatang-binatang yang memberi manfaat dan berguna bagi mrk dan dengan demikian memberi kepada mrk kenikmatan dan kemewahan hidup dan kebahagiaan lahir dan batin.Tuhan Yang Esa itulah yang harus mrk sembah dan bukan patung-patung yang mrk pahat sendiri dari batu-batu gunung yang tidak berkuasa memberi sesuatu kepada mrk atau melindungi mrk dari ketakutan dan bahaya.

Nabi Saleh memperingatkan mrk bahwa ia adlah seorang drp mrk, terjalin antara dirinya dan mereka ikatan keluarga dan darah. Mrk adalah kaumnya dan sanak keluarganya dan dia adalah seketurunan dan sesuku dengan mrk.Ia mengharapkan kebaikan dan kebajikan bagi mrk dan sesekali tidak akan menjerumuskan mrk ke dalam hal-hal yang akan membawa kerugian, kesengsaraan dan kebinasaan bagi mrk. Ia menerangkan kepada mrk bahwa ianya adalah pesuruh dan utusan Allah, dan apa yang diajarkan dan didakwahkan kepada mrk adalah amanat Allah yang harus dia sampaikan kepada mrk untuk kebaikan mrk semasa hidup mrk dan sesudah mrk mati di akhirat kelak. Ia mengharapkan kaumnya mempertimbangkan dan memikirkan sungguh-sungguh apa yang ia serukan dan anjurkan dan agar mrk segera meninggalkan persembahan kepada berhala-berhala itu dan percaya beriman kepada Allah Yang Maha Esa seraya bertaubat dan mohon ampun kepada-Nya atas dosa dan perbuatan syirik yang selama ini telah mrk lakukan.Allah maha dekat kepada mrk mendengarkan doa mrk dan memberi ampun kepada yang salah bila dimintanya.

Terperanjatlah kaum Saleh mendengar seruan dan dakwahnya yang bagi mrk merupakan hal yang baru yang tidak diduga akan datang dari saudara atau anak mrk sendiri.Maka serentak ditolaklah ajakan Nabi Saleh itu seraya berkata mereka kepadanya:"Wahai Saleh! Kami mengenalmu seorang yang pandai, tangkas dan cerdas, fikiranmu tajam dan pendapat serta semua pertimbangan mu selalu tepat. Pada dirimu kami melihat tanda-tanda kebajikan dan sifat-sifat yang terpuji. Kami mengharapkan dari engkau sebetulnya untuk memimpinkami menyelesaikan hal-hal yang rumit yang kami hadapi, memberi petunjuk dalam soal-soal yang gelap bagi kami dan menjadi ikutan dan kepercayaan kami di kala kami menghadapi krisis dan kesusahan.Akan tetapi segala harapan itu menjadi meleset dan kepercayaan kami kepadamu tergelincir hari ini dengan tingkah lakumu dan tindak tandukmu yang menyalahi adat-istiadat dan tatacara hidup kami. Apakah yang engkau serukan kepada kami? Enkau menghendaki agar kami meninggalkan persembahan kami dan nenek moyang kami, persembahan dan agama yang telah menjadi darah daging kami menjadi sebahagian hidup kami sejak kami dilahirkan dan tetap menjadi pegangan untuk selama-lamanya.Kami sesekali tidak akan meninggalkannya karena seruanmu dan kami tidak akan mengikutimu yang sesat itu. Kami tidak mempercayai cakap-cakap kosongmu bahkan meragukan kenabianmu. Kami tidak akan mendurhakai nenek moyang kami dengan meninggalkan persembahan mrk dan mengikuti jejakmu."

Nabi Saleh memperingatkan mereka agar jangan menentangnya dan agar mengikuti ajakannya beriman kepada Allah yang telah mengurniai mrk rezeki yang luas dan penghidupan yang sejahtera. Diceritakan kepada mrk kisah kaum-kaum yang mendapat seksa dan azab dari Allah karena menentang rasul-Nya dan mendustakan risalah-Nya. Hal yang serupa itu dpt terjadi di atas mrk jika mrk tidak mahu menerima dakwahnya dan mendengar nasihatnya, yang diberikannya secara ikhlas dan jujur sebagai seorang anggota dari keluarga besar mrk dan yang tidak mengharapkan atau menuntut upah drp mrk atas usahanya itu. Ia hanya menyampaikan amanat Allah yang ditugaskan kepadanya dan Allahlah yang akan memberinya upah dan ganjaran untuk usahanya memberi pimpinan dan tuntutan kepada mrk.

Sekelompok kecil dari kaum Tsamud yang kebanyakkannya terdiri dari orang-orang yang kedudukan sosial lemah menerima dakwah Nabi Saleh dan beriman kepadanya sedangkan sebahagian yang terbesar terutamanya mrk yang tergolong orang-orang kaya dan berkedudukan tetap berkeras kepala dan menyombongkan diri menolak ajakan Nabi Saleh dan mengingkari kenabiannya dan berkata kepadanya:" Wahai Saleh! Kami kira bahwa engkau telah kerasukan syaitan dan terkena sihir.Engkau telah menjadi sinting dan menderita sakit gila. Akalmu sudah berubah dan fikiranmu sudah kacau sehingga engkau dengan tidak sedar telah mengeluarkan kata-kata ucapan yang tidak masuk akal dan mungkin engkau sendiri tidak memahaminya. Engkau mengaku bahwa engkau telah diutuskan oleh Tuhanmu sebagai nabi dan rasul-Nya. Apakah kelebihanmu drp kami semua sehingga engkau dipilih menjadi rasul, padahal ada orang-orang di antara kami yang lebih patut dan lebih cekap untuk menjadi nabi atau rasul drp engkau. Tujuanmu dengan bercakap kosong dan kata-katamu hanyalah untuk mengejar kedudukan dan ingin diangkat menjadi kepala dan pemimpin bagi kaummu.Jika engkau merasa bahwa engkau sihat badan dan sihat fikiran dan mengaku bahwa engkau tidak mempunyai arah dan tujuan yang terselubung dalam dakwahmu itu maka hentikanlah usahamu menyiarkan agama barumu dengan mencerca persembahan kami dan nenek moyangmu sendiri.Kami tidak akan mengikuti jalanmu dan meninggalkan jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang tua kami lebih dahulu.

Nabi Saleh menjawab: " Aku telah berulang-ulang mengatakan kepadamu bahwa aku tidak mengharapkan sesuatu apapun drpmu sebagai imbalan atas usahaku memberi tuntunandan penerangan kepada kamu. Aku tidak mengharapkan upah atau mendambakan pangkat dan kedudukan bagi usahaku ini yang aku lakukan semata-mata atas perintah Allah dan drp-Nya kelak aku harapkan balasan dan ganjaran untuk itu. Dan bagaimana aku dapat mengikutimu dan menterlantarkan tugas dan amanat Tuhan kepadaku, padahal aku talah memperoleh bukti-bukti yang nyata atas kebenaran dakwahku.Jgnlah sesekali kamu harapkan bahawa aku akan melanggar perintah Tuhanku dan melalaikan kewajibanku kepada-Nya hanya semata-mata untuk melanjutkan persembahan nenek moyang kami yang bathil itu. Siapakah yang akan melindungiku dari murka dan azab Tuhan jika aku berbuat demikian? Sesungguhnya kamu hanya akan merugikan dan membinasakan aku dengan seruanmu itu."

Setelah gagal dan berhasil menghentikan usaha dakwah Nabi Saleh dan dilihatnya ia bahkan makin giat menarik orang-orang mengikutinya dan berpihak kepadanya para pemimpin dan pemuka kaum Tsamud berusaha hendak membendung arus dakwahnya yang makin lama makin mendpt perhatian terutama dari kalangan bawahan menengah dalam masyarakat. Mrk menentang Nabi Saleh dan untuk membuktikan kebenaran kenabiannya dengan suatu bukti mukjizat dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa yang berada di luar kekuasaan manusia.

Allah Memberi Mukjizat Kepada Nabi Saleh A.S.

Nabi Saleh sedar bahawa tentangan kaumnya yang menuntut bukti drpnya berupa mukjizat itu adalah bertujuan hendak menghilangkan pengaruhnya dan mengikis habis kewibawaannya di mata kaumnya terutama para pengikutnya bila ia gagal memenuhi tentangan dan tuntutan mrk. Nabi Saleh membalas tentangan mrk dengan menuntut janji dengan mrk bila ia berhasil mendatangkan mukjizat yang mrk minta bahwa mrk akan meninggalkan agama dan persembahan mrk dan akan mengikuti Nabi Saleh dan beriman kepadanya.

Sesuai dengan permintaan dan petunjuk pemuka-pemuka kaum Tsamud berdoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu. Ia memohon dari Allah dengan kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina dikeluarkannya dari perut sebuah batu karang besar yang terdpt di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk.
Maka sejurus kemudian dengan izin Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu dan keluar dari perutnya seekor unta betina.

Dengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu berkatalah Nabi Saleh kepada mrk:" Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah ia mencari makanannya sendiri di atas bumi Allah ia mempunyai giliran untuk mendptkan air minum dan kamu mempunyai giliran untuk mendptkan minum bagimu dan bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya bila kamu sampai mengganggu binatang ini."
Kemudian berkeliaranlah unta di ladang-ladang memakan rumput sesuka hatinya tanpa mendpt gangguan. Dan ketika giliran minumnya tiba pergilah unta itu ke sebuah perigi yyang diberi nama perigi unta dan minumlah sepuas hatinya. Dan pada hari-hari giliran unta Nabi Saleh itu datang minum tiada seekor binatang lain berani menghampirinya, hal mana menimbulkan rasa tidak senang pada pemilik-pemilik binatang itu yang makin hari makin merasakan bahwa adanya unta Nabi Saleh di tengah-tengah mereka itu merupakan gangguan laksana duri yang melintang di dalam kerongkong.

Dengan berhasilnya Nabi Saleh mendtgkan mukjizat yang mrk tuntut gagallah para pemuka kaum Tsamud dalam usahanya untuk menjatuhkan kehormatan dan menghilangkan pegaruh Nabi Saleh bahkan sebaliknya telah menambah tebal kepercayaan para pengikutnya dan menghilang banyak keraguan dari kaumnya. Maka dihasutlah oleh mrk pemilik-pemilik ternakan yang merasa jengkel dan tidak senang dengan adanya unta Nabi Saleh yang merajalela di ladang dan kebun-kebun mrk serta ditakuti oleh binatang-binatang peliharaannya.

Unta Nabi Saleh Dibunuh

Persekongkolan diadakan oleh orang-orang dari kaum Tsamud untuk mengatur rancangan pembunuhan unta Nabi Saleh. Dan selagi orang masih dibayangi oleh rasa takut dari azab yang diancam oleh Nabi Saleh bila untanya diganggu di samping adanya dorongan keinginan yang kuat untuk melenyapkan binatang itu dari atas bumi mrk, muncullah tiba-tiba seorang janda bangsawan yang kaya raya menawarkan akan menyerah dirinya kepada siapa yang dpt membunuh unta Saleh. Di samping janda itu ada seorang wanita lain yang mempunyai beberapa puteri cantik-cantik menawarkan akan menghadiahkan salah seorang dari puteri-puterinya kepada orang yang berhasil membunuh unta itu.

Dua macam hadiah yyang menggiurkan dari kedua wanita itu di samping hasutan para pemuka Tsamud mengundang dua orang lelaki bernama Mushadda' bin Muharrij dan Gudar bin Salif berkemas-kemas akan melakukan pembunuhan bagi meraih hadiah yang dijanjikan di samping sanjungan dan pujian yang akan diterimanya dari para kafir suku Tsamud bila unta Nabi Saleh telah mati dibunuh.
Dengan bantuan tujuh orang lelaki lagi bersembunyilah kumpulan itu di suatu tempat di mana biasanya di lalui oleh unta dalam perjalanannya ke perigi tempat ianya minum. Dan begitu unta-unta yang tidak berdosa itu lalu segeralah dipanah betisnya oleh Musadda' yang disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di perutnya.

Dengan perasaan megah dan bangga pergilah para pembunuh unta itu ke ibu kota menyampaikan berita matinya unta Nabi Saleh yang mendpt sambutan sorak-sorai dan teriakan gembira dari pihak musyrikin seakan-akan mrk kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan yang gilang gemilang.
Berkata mrk kepada Nabi Saleh:" Wahai Saleh! Untamu telah amti dibunuh, cubalah datangkan akan apa yang engkau katakan dulu akan ancamannya bila unta itu diganggu, jika engkau betul-betul termasuk orang-orang yang terlalu benar dalam kata-katanya."

Nabi Saleh menjawab:" Aku telah peringatkan kamu, bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya atas kamu jika kamu mengganggu unta itu. Maka dengan terbunuhnya unta itu maka tunggulah engkau akan tibanya masa azab yang Allah talah janjikan dan telah aku sampaikan kepada kamu.Kamu telah menentang Allah dan terimalah kelak akibat tentanganmu kepada-Nya.Janji Allah tidak akan meleset .Kamu boleh bersuka ria dan bersenang-senang selama tiga hari ini kemudian terimalah ganjaranmu yang setimpal pada hari keempat. Demikianlah kehendak Allah dan taqdir-Nya yang tidak dpt ditunda atau dihalang."

Ada kemungkinan menurut sementara ahli tafsir bahwa Allah melalui rasul-Nya Nabi Saleh memberi waktu tiga hari itu untuk memberi kesempatan, kalau-kalau mrk sedar akan dosanya dan bertaubat minta ampun serta beriman kepada Nabi Saleh kepada risalahnya.
Akan tetapi dalam kenyataannya tempoh tiga hari itu bahkan menjadi bahan ejekan kepada Nabi Saleh yang ditentangnya untuk mempercepat datangnya azab itu dan tidak usah ditangguhkan tiga hari lagi.

Turunnya Azab Allah Yang Dijanjikan

Nabi Saleh memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang akan menimpa di atas mrk akan didahului dengan tanda-tanda, iaitu pada hari pertama bila mrk terbangun dari tidurnya akan menemui wajah mrk menjadi kuning dan berubah menjadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.
Mendengar ancaman azab yang diberitahukan oleh Nabi Saleh kepada kaumnya kelompok sembilan orang ialah kelompok pembunuh unta merancang pembunuhan atas diri Nabu Saleh mendahului tibanya azab yang diancamkan itu.Mrk mengadakan pertemuan rahsia dan bersumpah bersama akan melaksanakan rancangan pembunuhan itu di waktu malam, di saat orang masih tidur nyenyak untuk menghindari tuntutan balas darah oleh keluarga Nabi Saleh, jika diketahui identiti mrk sebagai pembunuhnya. Rancangan mrk ini dirahsiakan sehingga tidak diketahui dan didengar oleh siapa pun kecuali kesembilan orang itu sendiri.

Ketika mrk datang ke tempat Nabi Saleh bagi melaksanakan rancangan jahatnya di malam yang gelap-gulita dan sunyi-senyap berjatuhanlah di atas kepala mereka batu-batu besar yang tidak diketahui dari arah mana datangnya dan yang seketika merebahkan mrk di atas tanah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Demikianlah Allah telah melindingi rasul-Nya dari perbuatan jahat hamba-hamba-Nya yang kafir.
Satu hari sebelum hari turunnya azab yang telah ditentukan itu, dengan izin Allah berangkatlah Nabi Saleh bersama para mukminin pengikutnya menuju Ramlah, sebuah tempat di Palestin, meninggalkan Hijir dan penghuninya, kaum Tsamud habis binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.

Kisah Nabi Saleh Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Saleh diceritakan oleh 72 ayat dalam 11 surah di antaranya surah Al-A'raaf, ayat 73 hingga 79, surah " Hud " ayat 61 sehingga ayat 68 dan surah " Al-Qamar " ayat 23 sehingga ayat 32.

Pelajaran Dari Kisah Nabi Saleh A.S.

Pengajaran yang menonjol yang dpt dipetik dari kisah Nabi Saleh ini ialah bahwa dosa dan perbuatan mungkar yang dilakukan oleh sekelompok kecil warga masyarakat dpt berakibat negatif yang membinasakan masyarakat itu seluruhnya.
Lihatlah betapa kaum Tsamud menjadi binasa, hancur dan bahkan tersapu bersih dari atas bumi karena dosa dan pelanggaran perintah Allah yang dilakukan oleh beberapa gelintir orang pembunuh unta Nabi Saleh A.S.
Di sinilah letaknya hikmah perintah Allah agar kita melakukan amar makruf nahi mungkar. Karena dengan melakukan tugas amar makruf nahi mungkar yang menjadi fardu kifayah itu, setidak-tidaknya kalau tidak berhasil mencegah kemungkaran yang terjadi di dalam masyarakat dan lindungan kita ,kita telah membebaskan diri dari dosa menyetujui atau merestui perbuatan mungkar itu

Bersikap pasif acuh tak acuh terhadap maksiat dan kemungkaran yang berlaku di depan mata dapat diertikan sebagai persetujuan dan penyekutuan terhadap perbuatan mungkar itu.

NABI HUUD AS

Posted by Asmijan Asmarah Labels:

NABI HUUD AS
"Aad" adalah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama "Al-Ahqaf" terletak di utara Hadramaut atr Yaman dan Umman dan termasuk suku yang tertua sesudak kaum Nabi Nuh serta terkenal dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang besar dan sasa. Mereka dikurniai oleh Allah tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehinggakan memudahkan mereka bercucuk tanam untuk bhn makanan mrk. dan memperindah tempat tinggal mereka dengan kebun-kebun bunga yang indah-indah. Berkat kurnia Tuhan itu mereka hidup menjadi makmur, sejahtera dan bahagia serta dalam waktu yang singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang terbesar diantara suku-suku yang hidup di sekelilingnya.

Sebagaimana dengan kaum Nabi Nuh kaum Hud ialah suku Aad ini adalah penghidupan rohaninya tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Mereka membuat patung-patung yang diberi nama " Shamud" dan " Alhattar" dan itu yang disembah sebagai tuhan mereka yang menurut kepercayaan mereka dpt memberi kebahagiaan, kebaikan dan keuntungan serta dapat menolak kejahatan, kerugian dan segala musibah. Ajaran dan agama Nabi Idris dan Nabi Nuh sudah tidak berbekas dalam hati, jiwa serta cara hidup mereka sehari-hari. Kenikmatan hidup yang mereka sedang tenggelam di dalamnya berkat tanah yang subur dan menghasilkan yang melimpah ruah menurut anggapan mereka adalah kurniaan dan pemberian kedua berhala mereka yang mereka sembah. Karenanya mereka tidak putus-putus sujud kepada kedua berhala itu mensyukurinya sambil memohon perlindungannya dari segala bahaya dan mushibah berupa penyakit atau kekeringan.

Sebagai akibat dan buah dari aqidah yang sesat itu pergaulan hidup mereka menjadi dikuasai oleh tuntutan dan pimpinan Iblis, di mana nilai-nilai moral dan akhlak tidak menjadi dasar penimbangan atau kelakuan dan tindak-tanduk seseorang tetapi kebendaan dan kekuatan lahiriahlah yang menonjol sehingga timbul kerusuhan dan tindakan sewenang-wenang di dalam masyarakat di mana yang kuat menindas yang lemah yang besar memperkosa yang kecil dan yang berkuasa memeras yang di bawahnya. Sifat-sifat sombong, congkak, iri-hati, dengki, hasut dan benci-membenci yang didorong oleh hawa nafsu merajalela dan menguasai penghidupan mereka sehingga tidak memberi tempat kepada sifat-sifat belas kasihan, sayang menyayang, jujur, amanat dan rendah hati. Demikianlah gambaran masyarakat suku Aad tatkala Allah mengutuskan Nabi Hud sebagai nabi dan rasul kepada mereka.

Nabi Hud Berdakwah Di Tengah-tengah Sukunya

Sudah menjadi sunnah Allah sejak diturunkannya Adam Ke bumi bahawa dari masa ke semasa jika hamba-hamba-Nya sudah berada dalam kehidupan yang sesat sudah jauh menyimpang dari ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh Nabi-nabi-Nya diutuslah seorang Nabi atau Rasul yang bertugas untuk menyegarkan kembali ajaran-ajaran nabi-nabi yang sebelumnya mengembalikan masyarakat yang sudah tersesat ke jalanlurus dan benar dan mencuci bersih jiwa manusiadari segala tahayul dan syirik menggantinya dan mengisinya dengan iman tauhid dan aqidah yang sesuia dengan fitrah.

Demikianlah maka kepada suku Aad yang telah dimabukkan oleh kesejahteraan hidup dan kenikmatan duniawi sehingga tidak mengenalkan Tuhannya yang mengurniakan itu semua. Di utuskan kepada mereka Nabi Hud seorang drp suku mereka sendiri dari keluarga yang terpandang dan berpengaruh terkenal sejak kecilnya dengan kelakuan yang baik budi pekerti yang luhur dan sgt bijaksana dalam pergaulan dengan kawan-kawannya.
Nabi Hud memulai dakwahnya dengan menarik perhatian kaumnya suku Aad kepada tanda-tanda wujudnya Allah yang berupa alam sekeliling mereka dan bahawa Allahlah yang mencipta mereka semua dan mengurniakan mereka dengan segala kenikmatan hidup yang berupa tanah yang subur, air yang mengalir serta tubuh-tubuhan yang tegak dan kuat. Dialah yang seharusnya mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka perbuat sendiri. Mereka sebagai manusia adalah makhluk Tuhan paling mulia yang tidak sepatutnya merendahkan diri sujud menyembah batu-batu yang sewaktunya dpt mereka hancurkan sendiri dan memusnahkannya dari pandangan.

Di terangkan oleh Nabi Hud bahaw adia adalah pesuruh Allah yang diberi tugas untuk membawa mereka ke jalan yang benar beriman kepada Allah yang menciptakan mereka menghidup dan mematikan mereka memberi rezeki atau mencabutnya drp mereka. Ia tidak mengharapkan upah dan menuntut balas jasa atas usahanya memimpin dan menuntut mereka ke jalan yang benar. Ia hanya menjalankan perintah Allah dan memperingatkan mereka bahawa jika mrk tetap menutup telinga dan mata mrk menghadapi ajakan dan dakwahnya mereka akan ditimpa azab dan dibinasakan oleh Allah sebagaimana terjadinya atas kaum Nuh yang mati binasa tenggelam dalam air bah akibat kecongkakan dan kesombongan mereka menolak ajaran dan dakwah Nabi Nuh seraya bertahan pada pendirian dan kepercayaan mereka kepada berhala dan patung-patung yang mereka sembah dan puja itu.

Bagi kaum Aad seruan dan dakwah Nabi Hud itu merupakan barang yang tidak pernah mrk dengar ataupun menduga. Mereka melihat bahawa ajaran yang dibawa oleh Nabi Hud itu akan mengubah sama sekali cara hidup mereka dan membongkar peraturan dan adat istiadat yang telah mereka kenal dan warisi dari nenek moyang mereka. Mereka tercengang dan merasa hairan bahawa seorang dari suku mereka sendiri telah berani berusaha merombak tatacara hidup mereka dan menggantikan agama dan kepercayaan mereka dengan sesuatu yang baru yang mereka tidak kenal dan tidak dpt dimengertikan dan diterima oleh akal fikiran mereka. Dengan serta-merta ditolaklah oleh mereka dakwah Nabi Hud itu dengan berbagai alasan dan tuduhan kosong terhadap diri beliau serta ejekan-ejekan dan hinaan yang diterimanya dengan kepala dingin dan penuh kesabaran.

Berkatalah kaum Aad kepada Nabi Hud:"Wahai Hud! Ajaran dan agama apakah yang engkau hendak anjurkan kepada kami? Engkau ingin agar kami meninggalkan persembahan kami kepada tuhan-tuhan kami yang berkuasa ini dan menyembah tuhan mu yang tidak dpt kami jangkau dengan pancaindera kami dan tuhan yang menurut kata kamu tidak bersekutu. Cara persembahan yang kami lakukan ini ialah yang telah kami warisi dari nenek moyang kami dan tidak sesekali kami tidak akan meninggalkannya bahkan sebaliknya engkaulah yang seharusnya kembali kepada aturan nenek moyangmu dan jgn mencederai kepercayaan dan agama mereka dengan memebawa suatu agama baru yang tidak kenal oleh mereka dan tentu tidak akan direstuinya."

Wahai kaumku! jawab Nabi Hud,Sesungguhnya Tuhan yang aku serukan ini kepada kamu untuk menyembah-Nya walaupun kamu tidak dpt menjangkau-Nya dengan pancainderamu namun kamu dpt melihat dam merasakan wujudnya dalam diri kamu sendiri sebagai ciptaannya dan dalam alam semesta yang mengelilingimu beberapa langit dengan matahari bulan dan bintang-bintangnya bumi dengan gunung-ganangnya sungai tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang kesemuanya dpt bermanfaat bagi kamu sebagai manusia. Dan menjadi kamu dpt menikmati kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Tuhan itulah yang harus kamu sembah dan menundukkan kepala kamu kepada-Nya.Tuhan Yang Maha Esa tiada bersekutu tidak beranak dan diperanakan yang walaupun kamu tidak dpt menjangkau-Nya dengan pancainderamu, Dia dekat drp kamu mengetahui segala gerak-geri dan tingkah lakumu mengetahui isi hati mu denyut jantungmu dan jalan fikiranmu. Tuhan itulah yang harus disembah oleh manusia dengan kepercayaan penuh kepada Keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya dan bukan patung-patung yang kamu perbuat pahat dan ukir dengan tangan kamu sendiri kemudian kamu sembah sebagai tuhan padahal ia suatu barang yang pasif tidak dapat berbuat sesuatu yang menguntungkan atau merugikan kamu. Alangkah bodohnya dan dangkalnya fikiranmu jika kamu tetap mempertahankan agamamu yang sesat itu dan menolak ajaran dan agama yang telah diwahyukan kepadaku oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa itu."

Wahai Hud! jawab kaumnya,"Gerangan apakah yang menjadikan engkau berpandangan dan berfikiran lain drp yang sudah menjadi pegangan hidup kami sejak dahulu kala dan menjadikan engkau meninggalkan agama nenek moyangmu sendiri bahkan sehingga engkau menghina dan merendahkan martabat tuhan-tuhan kami dan memperbodohkan kami dan menganggap kami berakal sempit dan berfikiran dangkal? Engkau mengaku bahwa engkau terpilih menjadi rasul pesuruh oleh Tuhanmu untuk membawa agama dan kepercayaan baru kepada kami dan mengajak kami keluar dari jalan yang sesat menurut pengakuanmu ke jalan yang benar dan lurus. Kami merasa hairan dan tidak dpt menerima oleh akal kami sendiri bahwa engkau telah dipilih menjadi pesuruh Tuhan. Apakah kelebihan kamu di atas seseorang drp kami , engkau tidak lebih tidak kurang adalah seorang manusia biasa seperti kami hidup makan minum dan tidur tiada bedanya dengan kami, mengapa engkau yang dipilih oleh Tuhanmu? Sungguh engkau menurut anggapan kami seorang pendusta besar atau mungkin engkau berfikiran tidak sihat terkena kutukan tuhan-tuhan kami yang selalu engkau eje hina dan cemuhkan."

Wahai kaumku! jawab Nabi Hud, "aku bukanlah seorang pendusta dan fikiran ku tetap waras dan sihat tidak krg sesuatu pun dan ketahuilah bahwa patung-patungmu yang kamu pertuhankan itu tidak dpt mendatangkan sesuatu gangguan atau penyakit bagi bandaku atau fikiranku. Kamu kenal aku, sejak lama aku hidup di tengah-tengah kamu bahawa aku tidak pernah berdusta dan bercakap bohong dan sepanjang pergaulanku dengan kamu tidak pernah terlihat pd diriku tanda-tanda ketidak wajaran perlakuanku atau tanda-tanda yang meragukan kewarasan fikiranku dan kesempurnaan akalku. Aku adalah benar pesuruh Allah yang diberi amanat untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang sudah tersesat kemasukan pengaruh ajaran Iblis dan sudah jauh menyimpang dari jalan yang benar yang diajar oleh nabi-nabi yang terdahulu karena Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya terlalu lama terlantar dalam kesesatan dan hidup dalam kegelapan tanpa diutuskan seorang rasul yang menuntun mereka ke jalan yang benar dan penghidupan yang diredhai-Nya. Maka percayalah kamu kepada ku gunakanlah akal fikiran kamu berimanlah dan bersujudlah kepada Allah Tuhan seru sekalian alam Tuhan yang menciptakan kamu menciptakan langit dan bumi menurunkan hujan bagi menyuburkan tanah ladangmu, menumbuhkan tumbuh0tumbuhan bagi meneruskan hidupmu. Bersembahlah kepada-Nya dan mohonlah ampun atas segala perbuatan salah dan tindakan sesatmu, agar Dia menambah rezekimu dan kemakmuran hidupmu dan terhindarlah kamu dari azab dunia sebagaimana yang telah dialami oleh kaum Nuh dan kelak azab di akhirat. Ketahiulah bahawa kamu akan dibangkitkan kembali kelak dari kubur kamu dan dimintai bertanggungjawab atas segala perbuatan kamu di dunia ini dan diberi ganjaran sesuai dengan amalanmu yang baik dan soleh mendpt ganjaran baik dan yang hina dan buruk akan diganjarkan dengan api neraka. Aku hanya menyampaikannya risalah Allah kepada kamu dan dengan ini telah memperingati kamu akan akibat yang akan menimpa kepada dirimu jika kamu tetap mengingkari kebenaran dakwahku."

Kaum Aad menjawab: " Kami bertambah yakin dan tidak ragu lagi bahawa engkau telah mendpt kutukan tuhan-tuhan kami sehingga menyebabkan fikiran kamu kacau dan akalmu berubah menjadi sinting. Engkau telah mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal bahwa jika kami mengikuti agamamu, akan bertambah rezeki dan kemakmuran hidup kami dan bahawa kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami dan menerima segala ganjaran atas segala amalan kami.Adakah mungkin kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami setelah kami mati dan menjadi tulang-belulang. Dan apakah azab dan seksaan yang engkau selalu menakut-nakuti kami dan mengancamkannya kepada kami? Semua ini kami anggap kosong dan ancaman kosong belaka. Ketahuilah bahwa kami tidak akan menyerah kepadamu dan mengikuti ajaranmu karena bayangan azab dan seksa yang engkau bayang-bayangkannya kepada kami bahkan kami menentang kepadamu datangkanlah apa yang engkau janjikan dan ancamkan itu jika engkau betul-betul benar dalam kata-katamu dan bukan seorang pendusta."

Baiklah! jawab Nabi Hud," Jika kamu meragukan kebenaran kata-kataku dan tetap berkeras kepala tidak menghiraukan dakwahku dan meninggalkan persembahanmu kepada berhala-berhala itu maka tunggulah saat tibanya pembalasan Tuhan di mana kamu tidak akan dpt melepaskan diri dari bencananya. Allah menjadi saksiku bahwa aku telah menyampaikan risalah-Nya dengan sepenuh tenagaku kepada mu dan akan tetap berusaha sepanjang hayat kandung bandaku memberi penerangan dan tuntunan kepada jalan yang baik yang telah digariskan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya."

Pembalasan Allah Atas Kaum Aad

Pembalasan Tuhan terhadap kaum Aad yang kafir dan tetap membangkang itu diturunkan dalam dua perinkat.Tahap pertama berupa kekeringan yang melanda ladang-ladang dan kebun-kebun mrk, sehingga menimbulkan kecemasan dan kegelisahan, kalau-kalau mereka tidak memperolehi hasil dari ladang-ladang dan kebun-kebunnya seperti biasanya.Dalam keadaan demikian Nabi Hud masih berusaha meyakinkan mereka bahawa kekeringan itu adalah suatu permulaan seksaan dari Allah yang dijanjikan dan bahwa Allah masih lagi memberi kesempatan kepada mereka untuk sedar akan kesesatan dan kekafiran mrk dan kembali beriman kepada Allah dengan meninggalkan persembahan mrk yang bathil kemudian bertaubat dan memohon ampun kepada Allah agar segera hujan turun kembali dengan lebatnya dan terhindar mrk dari bahaya kelaparan yang mengancam. Akan tetapi mereka tetap belum mahu percaya dan menganggap janji Nabi Hud itu adalah janji kosong belaka. Mereka bahkan pergi menghadap berhala-berhala mereka memohon perlindungan ari musibah yang mereka hadapi.

Tentangan mrk terhadap janji Allah yang diwahyukan kepada Nabi Hud segera mendapat jawapan dengan dtgnya pembalasan tahap kedua yang dimulai dengan terlihatnya gumpalan awan dan mega hitam yang tebal di atas mereka yang disambutnya dengan sorak-sorai gembira, karena dikiranya bahwa hujan akan segera turun membasahi ladang-ladang dan menyirami kebun-kebun mereka yang sedang mengalami kekeringan.
Melihat sikap kaum Aad yang sedang bersuka ria itu berkatalah Nabi Hud dengan nada mengejek: "Mega hitam itu bukanlah mega hitam dan awam rahmat bagi kamu tetapi mega yang akan membawa kehancuran kamu sebagai pembalasan Allah yang telah ku janjikan dan kamu ternanti-nanti untuk membuktikan kebenaran kata-kataku yang selalu kamu sangkal dan kamu dusta.

Sejurus kemudian menjadi kenyataanlah apa yang diramalkan oleh Nabi Hud itu bahawa bukan hujan yang turun dari awan yang tebal itu tetapi angin taufan yang dahsyat dan kencang disertai bunyi gemuruh yang mencemaskan yang telah merusakkan bangunan-bangunan rumah dari dasarnya membawa berterbangan semua perabot-perabot dan milik harta benda dan melempar jauh binatang-binatang ternak. Keadaan kaum Aad menjadi panik mereka berlari kesana sini hilir mudik mencari perlindungan .Suami tidak tahu di mana isterinya berada dan ibu juga kehilangan anaknya sedang rumah-rumah menjadi sama rata dengan tanah. Bencana angin taufan itu berlangsung selama lapan hari tujuh malam sehingga sempat menyampuh bersih kaum Aad yang congkak itu dan menamatkan riwayatnya dalam keadaan yang menyedihkan itu untuk menjadi pengajaran dan ibrah bagi umat-umat yang akan datang.

Adapun Nabi Hud dan para sahabatnya yang beriman telah mendapat perlindungan Allah dari bencana yang menimpa kaumnya yang kacau bilau dan tenang seraya melihat keadaan kaumnya yang kacau bilau mendengar gemuruhnya angin dan bunyi pohon-pohon dan bangunan-bangunan yang berjatuhan serta teriakan dan tangisan orang yang meminta tolong dan mohon perlindungan.
Setelah keadaan cuaca kembali tenang dan tanah " Al-Ahqaf " sudah menjadi sunyi senyap dari kaum Aad pergilah Nabi Hud meninggalkan tempatnya berhijrah ke Hadramaut, di mana ia tinggal menghabiskan sisa hidupnya sampai ia wafat dan dimakamkan di sana dimana hingga sekarang makamnya yang terletak di atas sebuah bukit di suatu tempat lebih kurang 50 km dari kota Siwun dikunjungi para penziarah yang datang beramai-ramai dari sekitar daerah itu, terutamanya dan bulan Syaaban pada setiap tahun.

Kisah Nabi Hud Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Hud diceritakan oleh 68 ayat dalam 10 surah di antaranya surah Hud, ayat 50 hingga 60 , surah " Al-Mukminun " ayat 31 sehingga ayat 41 , surah " Al-Ahqaaf " ayat 21 sehingga ayat 26 dan surah " Al-Haaqqah " ayat 6 ,7 dan 8.

Pelajaran Dari Kisah Nabi Hud A.S.

Nabi Hud telah memberi contoh dan sistem yang baik yang patut ditiru dan diikuti oleh juru dakwah dan ahli penerangan agama. Beliau menghadapi kaumnya yang sombong dan keras kepala itu dengan penuh kesabaran, ketabahan dan kelapangan dada. Ia tidak sesekali membalas ejekan dan kata-kata kasar mereka dengan serupa tetapi menolaknya dengan kata-kata yang halus yang menunjukkan bahawa beliau dapat menguasai emosinya dan tidak sampai kehilangan akal atau kesabaran.

Nabi Hud tidak marah dan tidak gusar ketika kaumnya mengejek dengan menuduhnya telah menjadi gila dan sinting. Ia dengan lemah lembut menolak tuduhan dan ejekan itu dengan hanya mengata:"Aku tidak gila dan bahawa tuhan-tuhanmu yang kamu sembah tidak dapat menggangguku atau mengganggu fikiranku sedikit pun tetapi aku ini adalah rasul pesuruh Allah kepadamu dan betul-betul aku adalah seorang penasihat yang jujur bagimu menghendaki kebaikanmu dan kesejahteraan hidupmu dan agar kamu terhindar dan selamat dari azab dan seksaan Allah di dunia mahupun di akhirat."

Dalam berdialog dengan kaumnya.Nabi Hud selalu berusaha mengetok hati nurani mereka dan mengajak mereka berfikir secara rasional, menggunakan akal dan fikiran yang sihat dengan memberikan bukti-bukti yang dapat diterima oleh akal mereka tentang kebenaran dakwahnya dan kesesatan jalan mereka namun hidayah iu adalah dari Allah, Dia akan memberinya kepada siapa yang Dia kehendakinya.

Nabi Nuh A.S

Posted by Asmijan Asmarah Labels:

NABI NUH AS
Nabi Nuh adalah nabi keempat
sesudah Adam, Syith dan Idris
dan keturunan kesembilan dari
Nabi Adam. Ayahnya adalah
Lamik bin Metusyalih bin Idris.
Dakwah Nabi Nuh Kepada
Kaumnya
Nabi Nuh menerima wahyu
kenabian dari Allah dalam masa
"fatrah" masa kekosongan di
antara dua rasul di mana
biasanya manusia secara
berangsur-angsur melupakan
ajaran agama yang dibawa oleh
nabi yang meninggalkan mereka
dan kembali bersyirik
meninggalkan amal kebajikan,
melakukan kemungkaran dan
kemaksiatan di bawah pimpinan
Iblis.
Demikianlah maka kaum Nabi
Nuh tidak luput dari proses
tersebut, sehingga ketika Nabi
Nuh datang di tengah-tengah
mereka, mereka sedang
menyembah berhala ialah
patung-patung yang dibuat oleh
tangan-tangan mereka sendiri
disembahnya sebagai tuhan-
tuhan yang dapat membawa
kebaikan dan manfaat serta
menolak segala kesengsaraan
dan kemalangan.berhala-berhala
yang dipertuhankan dan
menurut kepercayaan mereka
mempunyai kekuatan dan
kekuasaan ghaib ke atas
manusia itu diberinya nama-
nama yang silih berganti
menurut kehendak dan selera
kebodohan mereka.Kadang-
kadang mereka namakan berhala
mereka " Wadd " dan " Suwa "
kadangkala " Yaguts " dan bila
sudah bosan digantinya dengan
nama " Yatuq " dan " Nasr ".
Nabi Nuh berdakwah kepada
kaumnya yang sudah jauh
tersesat oleh iblis itu, mengajak
mereka meninggalkan syirik dan
penyembahan berhala dan
kembali kepada tauhid
menyembah Allah Tuhan sekalian
alam melakukan ajaran-ajaran
agama yang diwahyukan
kepadanya serta meninggalkan
kemungkaran dan kemaksiatan
yang diajarkan oleh Syaitan dan
Iblis.
Nabi Nuh menarik perhatian
kaumnya agar melihat alam
semesta yang diciptakan oleh
Allah berupa langit dengan
matahari, bulan dan bintang-
bintang yang menghiasinya,
bumi dengan kekayaan yang ada
di atas dan di bawahnya, berupa
tumbuh-tumbuhan dan air yang
mengalir yang memberi
kenikmatan hidup kepada
manusia, pengantian malam
menjadi siang dan sebaliknya
yang kesemua itu menjadi bukti
dan tanda nyata akan adanya
keesaan Tuhan yang harus
disembah dan bukan berhala-
berhala yang mereka buat
dengan tangan mereka sendiri.Di
samping itu Nabi Nuh juga
memberitakan kepada mereka
bahwa akan ada gajaran yang
akan diterima oleh manusia atas
segala amalannya di dunia iaitu
syurga bagi amalan kebajikan
dan neraka bagi segala
pelanggaran terhadap perintah
agama yang berupa
kemungkaran dan kemaksiatan.
Nabi Nuh yang dikurniakan Allah
dengan sifat-sifat yang patut
dimiliki oleh seorang nabi, fasih
dan tegas dalam kata-katanya,
bijaksana dan sabar dalam
tindak-tanduknya melaksanakan
tugas risalahnya kepada
kaumnya dengan penuh
kesabaran dan kebijaksanaan
dengan cara yang lemah lembut
mengetuk hati nurani mereka
dan kadang kala dengan kata-
kata yang tajam dan nada yang
kasar bila menghadapi
pembesar-pembesar kaumnya
yang keras kepala yang enggan
menerima hujjah dan dalil-dalil
yang dikemukakan kepada
mereka yang tidak dapat mereka
membantahnya atau
mematahkannya.
Akan tetapi walaupun Nabi Nuh
telah berusaha sekuat tanaganya
berdakwah kepda kaumnya
dengan segala kebijaksanaan,
kecekapan dan kesabaran dan
dalam setiap kesempatan, siang
mahupun malam dengan cara
berbisik-bisik atau cara terang
dan terbuka terbyata hanya
sedikit sekali dari kaumnya yang
dpt menerima dakwahnya dan
mengikuti ajakannya, yang
menurut sementara riwayat tidak
melebihi bilangan seratus orang
Mereka pun terdiri dari orang-
orang yang miskin
berkedudukan sosial lemah.
Sedangkan orang yang kaya-
raya, berkedudukan tingi dan
terpandang dalam masyarakat,
yang merupakan pembesar-
pembesar dan penguasa-
penguasa tetap membangkang,
tidak mempercayai Nabi Nuh
mengingkari dakwahnya dan
sesekali tidak merelakan melepas
agamanya dan kepercayaan
mereka terhadap berhala-berhala
mereka, bahkan mereka
berusaha dengan mengadakan
persekongkolan hendak
melumpuhkan dan mengagalkan
usaha dakwah Nabi nuh.
Berkata mereka kepada Nabi
Nuh:"Bukankah engkau hanya
seorang daripada kami dan tidak
berbeda drp kami sebagai
manusia biasa. Jikalau betul Allah
akan mengutuskan seorang rasul
yang membawa perintah-Nya,
nescaya Ia akan mengutuskan
seorang malaikat yang patut
kami dengarkan kata-katanya
dan kami ikuti ajakannya dan
bukan manusia biasa seperti
engkau hanya dpt diikuti orang-
orang rendah kedudukan
sosialnya seperti para buruh
petani orang-orang yang tidak
berpenghasilan yang bagi kami
mereka seperti sampah
masyarakat.Pengikut-
pengikutmu itu adalah orang-
orang yang tidak mempunyai
daya fikiran dan ketajaman otak,
mereka mengikutimu secara
buta tuli tanpa memikirkan dan
menimbangkan masak-masak
benar atau tidaknya dakwah dan
ajakanmu itu. Cuba agama yang
engkau bawa dan ajaran -ajaran
yang engkau sadurkan kepada
kami itu betul-betul benar,
nescaya kamilah dulu
mengikutimu dan bukannya
orang-orang yang mengemis
pengikut-pengikutmu itu. kami
sebagai pemuka-pemuka
masyarakat yang pandai berfikir,
memiliki kecerdasan otak dan
pandangan yang luas dan yang
dipandang masyarakat sebagai
pemimpin-pemimpinnya, tidaklah
mudak kami menerima ajakanmu
dan dakwahmu.Engkau tidak
mempunyai kelebihan di atas
kami tentang soaL-soal
kemasyarakatan dan pergaulan
hidup.kami jauh lebih pandai dan
lebih mengetahui drpmu tentang
hal itu semua.nya.Anggapan kami
terhadapmu, tidak lain dan tidak
bukan, bahawa engkau adalh
pendusta belaka."
Nuh berkata, menjawab ejekan
dan olok-olokan
kaumnya:"Adakah engkau
mengira bahwa aku dpt
memaksa kamu mengikuti
ajaranku atau mengira bahwa
aku mempunyai kekuasaan
untuk menjadikan kamu orang-
orang yang beriman jika kamu
tetap menolak ajakan ku dan
tetap membuta-tuli terhadap
bukti-bukti kebenaran dakwahku
dan tetap mempertahakan
pendirianmu yang tersesat yang
diilhamkan oleh kesombongan
dan kecongkakan karena
kedudukan dan harta-benda
yang kamu miliki.Aku hanya
seorang manusia yang mendpt
amanat dan diberi tugas oleh
Allah untuk menyampaikan
risalah-Nya kepada kamu. Jika
kamu tetap berkeras kepala dan
tidak mahu kembali ke jalan yang
benar dan menerima agama
Allah yang diutuskan-Nya kepada
ku maka terserahlah kepada
Allah untuk menentukan
hukuman-Nya dan gajaran-Nya
keatas diri kamu. Aku hanya
pesuruh dan rasul-Nya yang
diperintahkan untuk
menyampaikan amanat-Nya
kepada hamba-hamba-Nya.
Dialah yang berkuasa memberi
hidayah kepadamu dan
mengampuni dosamu atau
menurunkan azab dan seksaan-
Nya di atas kamu sekalian jika Ia
kehendaki.Dialah pula yang
berkuasa menurunkan seksa
danazab-nya di dunia atau
menangguhkannya sampai hari
kemudian. Dialah Tuhan pencipta
alam semesta ini, Maha
Kuasa ,Maha Mengetahui, maha
pengasih dan Maha Penyayang.".
Kaum Nuh mengemukakan
syarat dengan berkata:"Wahai
Nuh! Jika engkau menghendaki
kami mengikutimu dan memberi
sokongan dan semangat kepada
kamu dan kepada agama yang
engkau bawa, maka jauhkanlah
para pengikutmu yang terdiri
dari orang-orang petani, buruh
dan hamaba-hamba sahaya itu.
Usirlah mereka dari
pengaulanmu karena kami tidak
dpt bergaul dengan mereka
duduk berdampingan dengan
mereka mengikut cara hidup
mereka dan bergabung dengan
mereka dalam suatu agama dan
kepercayaan. Dan bagaimana
kami dpt menerima satu agama
yang menyamaratakan para
bangsawan dengan orang
awam, penguasa dan pembesar
dengan buruh-buruhnya dan
orang kaya yang berkedudukan
dengan orang yang miskin dan
papa."
Nabi Nuh menolak pensyaratan
kaumnya dan berkata:"Risalah
dan agama yang aku bawa
adalah untuk semua orang tiada
pengecualian, yang pandai
mahupun yang bodoh, yang kaya
mahupun miskin, majikan
ataupun buruh ,diantara
peguasa dan rakyat biasa
semuanya mempunyai
kedudukan dan tempat yang
sama trehadap agama dan
hukum Allah. Andai kata aku
memenuhi pensyaratan kamu
dan meluluskan keinginanmu
menyingkirkan para pengikutku
yang setia itu, maka siapakah
yang dpt ku harapkan akan
meneruskan dakwahku kepada
orang ramai dan bagaimana aku
sampai hati menjauhkan drpku
orang-orang yang telah beriman
dan menerima dakwahku
dengan penuh keyakinan dan
keikhlasan di kala kamu
menolaknya serta
mengingkarinya, orang-orang
yang telah membantuku dalam
tugasku di kala kamu
menghalangi usahaku dan
merintangi dakwahku. Dan
bagaimanakah aku dpt
mempertanggungjawabkan
tindakan pengusiranku kepada
mereka terhadap Allah bila
mereka mengadu bahawa aku
telah membalas kesetiaan dan
ketaatan mereka dengan
sebaliknya semata-mata untuk
memenuhi permintaanmu dan
tunduk kepada pensyaratanmu
yang tidak wajar dan tidak dpt
diterima oleh akal dan fikiran
yang sihat. Sesungguhnay kamu
adalah orang-orang yang bodoh
dan tidak berfikiran sihat.
Pada akhirnya, karena merasa
tidak berdaya lagi mengingkari
kebenaran kata-kata Nabi Nuh
dan merasa kehabisan alasan
dan hujjah untuk melanjutkan
dialog dengan beliau, maka
berkatalah mereka:
"Wahai Nabi Nuh! Kita telah
banyak bermujadalah dan
berdebat dan cukup berdialog
serta mendengar dakwahmu
yang sudah menjemukan itu.
Kami tetap tidak akan
mengikutimu dan tidak akan
sesekali melepaskan kepercayaan
dan adat-istiadat kami sehingga
tidak ada gunanya lagi engkau
mengulang-ulangi dakwah dan
ajakanmu dan bertegang lidah
dengan kami. datangkanlah apa
yang engkau benar-benar orang
yang menepati janji dan kata-
katanya. Kami ingin melihat
kebenaran kata-katamu dan
ancamanmu dalam kenyataan.
Karena kami masih tetap belum
mempercayaimu dan tetap
meragukan dakwahmu."
Nabi Nuh Berputus Asa Dari
Kaumnya
Nabi Nuh berada di tengah-
tengah kaumnya selama
sembilan ratus lima puluh tahun
berdakwah menyampaikan
risalah Tuhan, mengajak mereka
meninmggalkan penyembahan
berhala dan kembali menyembah
dan beribadah kepada Allah Yang
maha Kuasa memimpin mereka
keluar dari jalan yang sesat dan
gelap ke jalan yang benar dan
terang, mengajar mereka
hukum-hukum syariat dan
agama yang diwahyukan oleh
Allah kepadanya, mangangkat
darjat manusia yang tertindas
dan lemah ke tingak yang sesuai
dengan fitrah dan qudratnya dan
berusaha menghilangkan sifat-
sifat sombong dan bongkak
yang melekat pd para pembesar
kaumnya dan medidik agar
mereka berkasih sayang, tolong-
menolong diantara sesama
manusia. Akan tetapi dalam
waktu yang cukup lama itu, Nabi
Nuh tidak berhasil menyedarkan
an menarik kaumnya untuk
mengikuti dan menerima
dakwahnya beriman, bertauhid
dan beribadat kepada Allah
kecuali sekelompok kecil
kaumnya yang tidak mencapai
seramai seratus orang, walaupun
ia telah melakukan tugasnya
dengan segala daya-usahanya
dan sekuat tenaganya dengan
penuh kesabaran dan kesulitan
menghadapi penghinaan, ejekan
dan cercaan makian kaumnya,
karena ia mengharapkan akan
dtg masanya di mana kaumnya
akan sedar diri dan dtg
mengakui kebenarannya dan
kebenaran dakwahnya. Harapan
Nabi Nuh akan kesedaran
kaumnya ternyata makin hari
makin berkurangan dan bahawa
sinar iman dan takwa tidak akan
menebus ke dalam hati mereka
yang telah tertutup rapat oleh
ajaran dan bisikan Iblis. Hal mana
Nabi Nuh berupa berfirman Allah
yang bermaksud:
"Sesungguhnya tidak akan
seorang drp kaumnya
mengikutimu dan beriman
kecuali mereka yang telah
mengikutimu dan beriman lebih
dahulu, maka jgnlah engkau
bersedih hati karena apa yang
mereka perbuatkan."
Dengan penegasan firman Allah
itu, lenyaplah sisa harapan Nabi
Nuh dari kaumnya dan habislah
kesabarannya. Ia memohon
kepada Allah agar menurunkan
Azab-Nya di atas kaumnya yang
berkepala batu seraya
berseru:"Ya Allah! Jgnlah Engkau
biarkan seorang pun drp orang-
orang kafir itu hidup dan tinggal
di atas bumi ini. Mareka akan
berusaha menyesatkan hamba-
hamba-Mu, jika Engkau biarkan
mereka tinggal dan mereka tidak
akan melahirkan dan
menurunkan selain anak-anak
yang berbuat maksiat dan anak-
anak yang kafir spt.mereka."
Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh
Allah dan permohonannya
diluluskan dan tidak perlu lagi
menghiraukan dan
mempersoalkan kaumnya,
karena mereka itu akan
menerima hukuman Allah
dengan mati tenggelam.
Nabi Nuh Membuat Kapal
Setelah menerima perintah Allah
untuk membuat sebuah kapal,
segeralah Nabi Nuh
mengumpulkan para
pengikutnya dan mulai mereka
mengumpulkan bhn yang
diperlukan untuk maksud
tersebut, kemudian dengan
mengambil tempat di luar dan
agak jauh dari kota dan
keramaiannya mereka dengan
rajin dan tekun bekerja siang
dan malam menyelesaikan
pembinaan kapal yang
diperintahkan itu.
Walaupun Nabi Nuh telah
menjauhi kota dan
masyarakatnya, agar dpt bekerja
dengan tenang tanpa gangguan
bagi menyelesaikan pembinaan
kapalnya namun ia tidak luput
dari ejekan dan cemuhan
kaumnya yang kebetulan atau
sengaja melalui tempat kerja
membina kapal itu. Mereka
mengejek dan mengolok-olk
dengan mengatakan:"Wahai
Nuh! Sejak bila engkau telah
menjadi tukang kayu dan
pembuat kapal?Bukankah
engkau seorang nabi dan rasul
menurut pengakuanmu, kenapa
sekarang menjadi seorang
tukang kayu dan pembuat
kapal.Dan kapal yang engkau
buat itu di tempat yang jauh dari
air ini adalah maksudmu untuk
ditarik oleh kerbau ataukah
mengharapkan angin yang
ankan menarik kapalmu ke
laut?"Dan lain-lain kata ejekan
yang diterima oleh Nabi Nuh
dengan sikap dingin dan
tersenyum seraya
menjawab:"Baiklah tunggu saja
saatnya nanti, jika kamu sekrg
mengejek dan mengolok-olok
kami maka akan tibalah masanya
kelak bg kami untuk mengejek
kamu dan akan kamu ketahui
kelak untuk apa kapal yang kami
siapkan ini.Tunggulah saatnya
azab dan hukuman Allah
menimpa atas diri kamu."
Setelah selesai pekerjaan
pembuatan kapal yang
merupakan alat pengangkutan
laut pertama di dunia, Nabi Nuh
menerima wahyu dari
Allah:"Siap-siaplah engkau
dengan kapalmu, bila tiba
perintah-Ku dan terlihat tanda-
tanda drp-Ku maka segeralah
angkut bersamamu di dalam
kapalmu dan kerabatmu dan
bawalah dua pasang dari setiap
jenis makhluk yang ada di atas
bumi dan belayarlah dengan izin-
Ku."
Kemudian tercurahlah dari langit
dan memancur dari bumi air
yang deras dan dahsyat yang
dalam sekelip mata telah menjadi
banjir besar melanda seluruh
kota dan desa menggenangi
daratan yang rendah mahupun
yang tinggi sampai mencapai
puncak bukit-bukit sehingga
tiada tempat berlindung dari air
bah yang dahsyat itu kecuali
kapal Nabi Nuh yang telah terisi
penuh dengan para orang
mukmin dan pasangan makhluk
yang diselamatkan oleh Nabi Nuh
atas perintah Allah.
Dengan iringan"Bismillah
majraha wa mursaha"belayarlah
kapal Nabi Nuh dengan lajunya
menyusuri lautan air, menentang
angin yang kadang kala lemah
lembut dan kadang kala ganas
dan ribut. Di kanan kiri kapal
terlihatlah orang-orang kafir
bergelut melawan gelombang air
yang menggunung berusaha
menyelamat diri dari cengkaman
maut yang sudah sedia
menerkam mereka di dalam
lipatan gelombang-gelombang
itu.
Tatkala Nabi Nuh berada di atas
geladak kapal memperhatikan
cuaca dan melihat-lihat orang-
orang kafir dari kaumnya sedang
bergelimpangan di atas
permukaan air, tiba-tiba
terlihatlah olehnya tubuh putera
sulungnya yang bernama
"Kan'aan" timbul tenggelam
dipermainkan oleh gelombang
yang tidak menaruh belas
kasihan kepada orang-orang
yang sedang menerima
hukuman Allah itu. Pada saat itu,
tanpa disadari, timbullah rasa
cinta dan kasih sayang seorang
ayah terhadap putera
kandungnya yang berada dalam
keadaan cemas menghadapi
maut ditelan gelombang.
Nabi Nuh secara spontan,
terdorong oleh suara hati
kecilnya berteriak dengan sekuat
suaranya memanggil
puteranya:Wahai anakku!
Datanglah kemari dan
gabungkan dirimu bersama
keluargamu. Bertaubatlah
engkau dan berimanlah kepada
Allah agar engkau selamat dan
terhindar dari bahaya maut yang
engkau menjalani hukuman
Allah." Kan'aan, putera Nabi Nuh,
yang tersesat dan telah terkena
racun rayuan syaitan dan
hasutan kaumnya yang sombong
dan keras kepala itu menolak
dengan keras ajakan dan
panggilan ayahnya yang
menyayanginya dengan kata-
kata yang
menentang:"Biarkanlah aku dan
pergilah, jauhilah aku, aku tidak
sudi berlindung di atas geladak
kapalmu aku akan dapat
menyelamatkan diriku sendiri
dengan berlindung di atas bukit
yang tidak akan dijangkau oleh
air bah ini."
Nuh menjawab:"Percayalah
bahawa tempat satu-satunya
yang dapat menyelamatkan
engkau ialah bergabung dengan
kami di atas kapal ini. Masa tidak
akan ada yang dapat melepaskan
diri dari hukuman Allah yang
telah ditimpakan ini kecuali
orang-orang yang memperolehi
rahmat dan keampunan-Nya."
Setelah Nabi Nuh mengucapkan
kata-katanya tenggelamlah
Kan'aan disambar gelombang
yang ganas dan lenyaplah ia dari
pandangan mata ayahnya,
tergelincirlah ke bawah lautan air
mengikut kawan-kawannya dan
pembesar-pembesar kaumnya
yang durhaka itu.
Nabi Nuh bersedih hati dan
berdukacita atas kematian
puteranya dalam keadaan kafir
tidak beriman dan belum
mengenal Allah. Beliau berkeluh-
kesah dan berseru kepada
Allah:"Ya Tuhanku,
sesungguhnya puteraku itu
adalah darah dagingku dan
adalah bahagian dari keluargaku
dan sesungguhnya janji-Mu
adalha janji benar dan Engkaulah
Maha Hakim yang Maha
Berkuasa."Kepadanya Allah
berfirman:"Wahai Nuh!
Sesungguhnya dia puteramu itu
tidaklah termasuk keluargamu,
karena ia telah menyimpang dari
ajaranmu, melanggar
perintahmu menolak dakwahmu
dan mengikuti jejak orang-orang
yang kafir drp kaummu.Coretlah
namanya dari daftar
keluargamu.Hanya mereka yang
telah menerima dakwahmu
mengikuti jalanmu dan beriman
kepada-Ku dpt engkau masukkan
dan golongkan ke dalam barisan
keluargamu yang telah Aku
janjikan perlindungannya
danterjamin keselamatan
jiwanya.Adapun orang-orang
yang mengingkari risalah mu,
mendustakan dakwahmu dan
telah mengikuti hawa nafsunya
dan tuntutan Iblis, pastilah
mereka akan binasa menjalani
hukuman yang telah Aku
tentukan walau mereka berada
dipuncak gunung. Maka
janganlah engkau sesekali
menanyakan tentang sesuatu
yang engkau belum ketahui. Aku
ingatkan janganlah engkau
sampai tergolong ke dalam
golongan orang-orang yang
bodoh."
Nabi Nuh sedar segera setelah
menerima teguran dari Allah
bahwa cinta kasih sayangnya
kepada anaknya telah
menjadikan ia lupa akan janji
dan ancaman Allah terhadap
orang-orang kafir termasuk
puteranya sendiri. Ia sedar
bahawa ia tersesat pd saat ia
memanggil puteranya untuk
menyelamatkannya dari bencana
banjir yang didorong oleh
perasaan naluri darah yang
menghubungkannya dengan
puteranya padahal sepatutnya
cinta dan taat kepada Allah harus
mendahului cinta kepada
keluarga dan harta-benda. Ia
sangat sesalkan kelalaian dan
kealpaannya itu dan menghadap
kepada Allah memohon ampun
dan maghfirahnya dengan
berseru:"Ya Tuhanku aku
berlindung kepada-Mu dari
godaan syaitan yang terlaknat,
ampunilah kelalaian dan
kealpaanku sehingga aku
menanyakan sesuatu yang aku
tidak mengetahuinya. Ya
Tuhanku bila Engkau tidak
memberi ampun dan maghfirah
serta menurunkan rahmat
bagiku, nescaya aku menjadi
orang yang rugi."
Setelah air bah itu mencapai
puncak keganasannya dan habis
binasalah kaum Nuh yang kafir
dan zalim sesuai dengan
kehendak dan hukum Allah,
surutlah lautan air diserap bumi
kemudian bertambatlah kapal
Nuh di atas bukit " Judie "
dengan iringan perintah Allah
kepada Nabi Nuh:"Turunlah
wahai Nuh ke darat engkau dan
para mukmin yang menyertaimu
dengan selamat dilimpahi
barakah dan inayah dari sisi-Ku
bagimu dan bagi umat yang
menyertaimu."
Kisah Nabi Nuh Dalam Al-Quran
Al-Quran menceritakan kisah
Nabi Nuh dalam 43 ayat dari 28
surah di antaranya surah Nuh
dari ayat 1 sehinga 28, juga
dalam surah "Hud" ayat 27
sehingga 48 yang mengisahkan
dialog Nabi Nuh dengan
kaumnya dan perintah
pembuatan kapal serta keadaan
banjir yang menimpa di atas
mereka.
Pelajaran Dari Kisah Nabi Nuh A.S.
Bahwasanya hubungan antara
manusia yang terjalin karena
ikatan persamaan kepercayaan
atau penamaan aqidah dan
pendirian adalah lebih erat dan
lebih berkesan drp hubungan
yang terjalin karena ikatan darah
atau kelahiran. Kan'aan yang
walaupun ia adalah anak
kandung Nabi Nuh, oleh Allah
s.w.t. dikeluarkan dari bilangan
keluarga ayahnya karena ia
menganut kepercayaan dan
agama berlainan dengan apa
yang dianut dan didakwahkan
oleh ayahnya sendiri, bahkan ia
berada di pihak yang memusuhi
dan menentangnya.
Maka dalam pengertian inilah
dapat difahami firman Allah
dalam Al-Quran yang
bermaksud:"Sesungguhnya para
mukmin itu adalah bersaudara."
Demikian pula hadis Rasulullah
s.a.w.yang bermaksud:"Tidaklah
sempurna iman seseorang
kecuali jika ia menyintai
saudaranya yang beriman
sebagaimana ia menyintai
dirinya sendiri."Juga peribahasa
yang berbunyi:"Adakalanya
engkau memperolehi seorang
saudara yang tidak dilahirkan
oleh ibumu."

Nabi Idris A.S

Posted by Asmijan Asmarah Labels:

NABI IDRIS AS
Tidak banyak keterangan yang
didapat tentang kisah Nabi Idris
di dalam Al-Quran maupun dalam
kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab
sejarah nabi-nabi. Di dalam Al-
Quran hanya terdapat dua ayat
tentang Nabi Idris yaitu dalam
surah Maryam ayat 56 dan 57:
"Dan ceritakanlah ( hai
Muhammad kepada mereka ,
kisah ) Idris yang terdapat di
dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia
adalah seorang yang sangat
membenarkan dan seorang nabi.
57 - Dan Kami telah
mengangkatnya ke martabat
yang tinggi." { Maryam : 56 - 57 }
Nabi Idris adalah keturunan
keenam dari Nabi Adam putera
dari Yarid bin Mihla'iel bin Qinan
bin Anusy bin Syith bin Adam A.S.
dan adalah keturunan pertama
yang dikurniai kenabian menjadi
Nabi setelah Adam dan Syith.
Nabi Idris menurut sementara
riwayat bermukim di Mesir di
mana ia berdakwah untuk
agama Allah mengajarkan tauhid
dan beribadat menyembah Allah
serta membeeri beberapa
pendoman hidup bagi pengikut-
pengikutnya agar menyelamat
diri darii seksaan di akhirat dan
kehancuran serta kebinasaan di
dunia. Ia hidup sampai usia 82
tahun.
Diantara beberapa nasihat dan
kata-kata mutiaranya ialah :
1 . Kesabaran yang disertai iman
kepada Allah membawa
kemenangan.
2 . Orang yang bahagia ialah
orang yang berwaspada dan
mengharapkan syafaat dari
Tuhannya dengan amal-amal
solehnya.
3 . Bila kamu memohon sesuatu
kepada Allah dan berdoa maka
ikhlaskanlah niatmu demikian
pula puasa dan solatmu.
4 . Janganlah bersumpah dalam
keadaan kamu berdusta dan
janganlah menuntup sumpah
dari orang yang berdusta agar
kamu tidak menyekutui mereka
dalam dosa.
5 . Taatlah kepada raja-rajamu
dan tunduklah kepada
pembesar-pembesarmu serta
penuhilah selalu mulut-mulutmu
dengan ucapan syukur dan puji
kepada Allah.
6 . Janganlah iri hati kepada
orang-orang yang baik nasibnya,
karena mereka tidak akan
banyak dan lama menikmati
kebaikan nasibnya.
7 . Barang siapa melampaui
kesederhanaan tidak sesuatu
pun akan memuaskannya.
8 . Tanpa membagi-bagikan
nikmat yang diperolehnya
seorang tidak dapat bersyukur
kepada Allah atas nikmat-nikmat
yang diperolehnya itu.
Dalam hubungan dengan firman
Allah bahawa Nabi Idris diangkat
kemartabat tinggi Ibnu Abi Hatim
dalam tafsirnya meriwayatkan
bahawa Nabi Idris wafat tatkala
berada di langit keempat dibawa
oleh seorang Malaikat Wallahu
a'alam

Nabi Adam

Posted by Asmijan Asmarah Labels:

NABI ADAM AS
Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna

.
Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."


Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25


Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.

Khasiat Air Zamzam

Posted by Asmijan Asmarah Labels:

Khasiat Air Zamzam
Sudah kebiasaan nama air zamzam bukanlah suatu nama yang asing lagi bagi umat islam, masing – masing sudah mengetahui dan pernah melihatnya apalagi mencuba. Hari ini penulis ingin berkongsi tentang khasiat air zamzam itu sendiri. Diet seseorang tidak akan sempurna tanpa air. Kita memerlukan lebih kurang lapan gelas air setiap hari (setiap gelas = 240 cc), tidak termasuk minuman yang mengandungi kandungan lain seperti soda dan kafeina. Formula yang digunakan secara umum bagi mengira keperluan air dalam badan manusia adalah 1oz (30 cc) air yang diperlukan bagi setiap 1 kg berat badan. Keperluan ini akan meningkat apabila cuaca panas atau selesai melakukan aktiviti senaman.
Sumber air pada hari ini dicemari dengan hebatnya. Oleh itu rawatan yang diberikan kepada air kadang kala mendatangkan kesan sampingan dan kemudaratan kepada manusia. Justeru, Allah melahirkan satu contoh air bersih yang tidak dicemari dan tidak perlu dirawat. Air itu ialah air zamzam.
Satu kajian telah dilakukan oleh empat orang pakar dari Suruhanjaya Kuasa Atom Bangladesh (Bangladesh Atomic Energy Commission) iaitu M.A. Khan, A. K. M. sheriff, K. M Idris dan M. Alamgir. Mereka mengkaji kandungan air zamzam dan dibandingkan dengan air paip dan air yang dikeluarkan mengunakan alat pengepam berkuasa solar. Pakar-pakar mendapati bahawa air zamzam wujud secara asli dalam bentuk alkali. Justeru, keadaan ini dapat mengawal kesan sampingan yang disebabkan oleh lebihan asid dalam perut sekaligus dapat mencegah penyakit gastric. Selain daripada itu, kadar iodin magnesium, natrium dan kalium didapati tinggi dalam air zamzam .Hal ini menunjukkan secara jelas bahawa air zamzam sangat baik untuk kesihatan kerana mineral- mineral tadi amat diperlukan dalam badan agar organ-organ badan dapar berfunsi dengan secara optimum dan teratur.

KENALI NABI MUHAMMAD SAW SECARA LAHIRIAH

Posted by Asmijan Asmarah Labels:


KENALI NABI MUHAMMAD SAW SECARA LAHIRIAH
----------------------------------------

Nabi Muhammad saw meskipun sama kejadiannya dengan kita, namun bentuk lahiriah dan rohaniahnya
tidak sama.

Begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya
bersua muka dengan Baginda lantas melafazkan keIslaman dan mengaku akan kebenaran apa yang
disampaikan oleh Baginda.

Diantara kata-kata appresiasi para sahabat ialah:

· Aku belum pernah melihat lelaki yang sekacak Rasulullah. Aku melihat cahaya memancar dari
lidahnya. Seandainya kamu melihat Rasulullah, kamu akan merasa seolah-olah sedang melihat
matahari terbit.
· Aku pernah melihat Rasulullah saw di bawah sinaran bulan. Aku bandingkan wajahnya dengan
bulan, akhirnya aku sedari bahawa Rasulullah saw jauh lebih cantik daripada sinaran bulan
· Rasulullah saw seumpama matahari yang bersinar. Aku belum pernah melihat lelaki setampan
Rasulullah saw.
· Apabila Rasulullah saw berasa gembira, wajahnya bercahaya seperti bulan purnama dan dari
situ kami mengetahui yang baginda sedang gembira.
· Kali pertama memandangnya, sudah tentu kamu akan terpesona
· Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat
· Wajahnya seperti bulan purnama
· Dahi Baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya. Urat darah kelihatan
di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.
· Mata Baginda hitam dengan bulu mata yang panjang
· Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian
sudut.
· Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali
melihatnya.
· Mulut baginda sederhana luas dan cantik
· Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
· Apabila berkata-kata cahaya kelihatan memancar dari giginya
· Janggutnya penuh dan tebal menawan
· Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca. Warna lehernya putih
seperti perak sangat indah.
· Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya
· Rambutnya sedikit ikal
· Rambutnya tebal kadang-kadang menyentuh pangkal telinga dan kadang-kadang mencecah bahu
tapi disisir rapi
· Rambutnya terbelah di tengah
· Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur dari dada ke pusat
· Dadanya bidang dan selaras dengan perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih daripada
biasa
· Seimbang antara kedua bahunya
· Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya , jarinya juga besar dan tersusun
dengan cantik
· Aku tidak pernah menyentuh sebarang sutera yang tipis mahupun tebal yang lebih lembut
daripada tapak tangan Rasulullah saw.
· Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik. kakinya berisi, di tapak kakinya terlalu
licin sehingga tidak melekat air. Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.
· Warna kulitnya tidak putih seperti kapur atau coklat tapi campuran antara coklat dan
putih. Warna putihnya lebih banyak.
· Warna kulit Baginda putih kemerah-merahan
· Warna kulitnya putih tapi sehat
· Kulitnya putih lagi bercahaya
· Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kukuh
· Badannya tidak gemuk
· Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran sederhana lagi kacak
· Perutnya tidak buncit
· Badannya cenderung kepada tinggi. Semasa berada di kalangan orang ramai, baginda
kelihatan lebih tinggi daripada mereka
· Sekalipun baginda miskin dan lapar tapi tubuhnya lebih gagah dan sihat daripada orang
yang cukup makan.Aku tidak pernah melihat seorang lelaki yang lebih gagah dan berani daripada Rasulullah saw.

Begitu hebat personaliti dan ketokohan Baginda saw., makhluk terpuji dan teragung di muka bumi.
Kesimpulannya Nabi Muhammad saw. adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh sepanjang
zaman.

MORAL & IKTIBAR

· Nabi Muhammad saw. adalah manusia terbaik pilihan Allah.
· Sifatnya yang terpuji merangkumi aspek fizikal dan rohani.
· Atas sifatnya yang superior inilah baginda dilantik menjadi pemimpin seluruh manusia di dunia ini.
· Baginda adalah manusia mithali yang serba lengkap dan serba kamil dan layaklah baginda tidak disentuh sebarang dosa lagi bersifat dengan maksum.
· Kepimpinan Baginda sepatutnya menjadi contoh teladan kepada semua manusia di muka bumi ini. Barangsiapa mentaati Allah tanpa mengakui kerasulan Nabi saw, nescaya Allah tidak menerima keimanannya.

Wallahuallam.